Berita Terbaru

Advetorial

Advetorial

Berita Populer

Bantrans Desa Tamilo Tak Sesuai SK Bupati Boalemo







Faktanews.com  (Daerah) – Kabupaten Boalemo  Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Pemukiman Transmigrasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menuai banyak protes dari masyarakat yang tinggal di Desa persiapan Tamilo Kecamatan Wonosari.

Pada tahap awal untuk penerima bantuan transmigrasi (Bantrans) Pemerintah membagi 2 (dua) bagian, 50 penduduk lokal dan 50 penduduk pindahan dari jawa, namun fakta dilapangan hanya 23 KK yang menerima bantuan tersebut, sisanya diduga ada penjualan lahan kepada penduduk yang bukan dari Desa Tamilo.

Salah satu penduduk yang menerima bantrans Sarwaan Maani mengakui adanya kecurangan dalam penerimaan bantuan transmigrasi tersebut, dirinya juga mengakui adanya 3 Oknum Anggota Polisi dari Polsek Wonosari yang mendapatkan bantuan dengan cara menggunakan nama orang lain, serta oknum wartawan Warta Interpol yang menjadi dalang transaksi penjualan lahan transmigrasi.

“Memang benar ada 3 Oknum Anggota Polisi Polsek Wonosari yang menempati perumahan tersebut, yakni rumah nomor 3 (tiga) 5 (lima) dan 7 (tujuh), mereka menggunakan nama orang lain untuk mendapatkan rumah dan lahan bantuan tersebut, begitu juga transaksi penjualan yang dilakukan oleh Para Taliki (Oknum Wartawan) juga Pak Salih yang mengatakan bahwa mereka adalah tuan tanah di Desa sini, kami masyarakat lebih tau siapa-siapa orang baru yang tinggal dirumah bantuan tersebut, jadi kalau mereka mengatakan bahwa semua bohong, saya rasa perlu ditinjau kembali siapa-siapa yang menempati rumah tersebut.” Jelas Sarwan

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Abdullah Masalubu, MM ketika diwawancarai awak media ini saat selesai melakukan sosialisasi dengan penduduk bantras mengatakan, “ Semua masyarakat yang menerima bantuan tersebut sudah ada dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Boalemo, untuk 3 (tiga) Oknum Anggota Polsek itu tidak ada namanya, dan mengenai penjualan lahan transmigrasi saya baru dengar, dan jika memang terbukti ada yang menjual maka kami akan memenjarakan oknum yang menjual dan juga yang membeli bantuan transmigrasi tersebut.” Jelas Abdullah.

Ditempat terpisah Para Taliki Wartawan Tabloid Warta Interpol membantah bahwa dirinya telah melakukan penjualan lahan bantuan transmigrasi, “ Tuduhan itu tidak benar, dan mereka semua itu adalah orang-orang saya dan sekarang malah menggigit saya, bahkan lahan saya sebesar 5 (lima) Hektare diambil oleh Disnakertrans untuk membangun rumah bantrans tersebut sampai sekarang tidak ada biaya ganti rugi atas lahan tersebut.” Ungkap Para (Jho)

No comments:

Berikan Tanggapan Anda