Berita Terbaru

Advetorial

Advetorial

Berita Populer

200 Juta APBNDes Patuhu Diperuntukan Saluran Tambak.?






Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato,  Dalam Peraturan Kementerian Keuangan No. 49/PMK.07/2016 tentang pengalokasian, penyaluran, penggunaan, pemantauan dan evaluasi dana desa pada pasal 5 menjelaskan besaran alokasi formula untuk wilayah kabupaten/kota dan pasal 21 Ayat (1) dimana penggunaan dana desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan desa.

Namun yang terjadi di Desa Patuhu Kecamatan Randangan dimana Anggaran APBN Des diperuntukan pada perbaikan saluran air untuk para petani tambak sebesar 200 juta rupiah, sementara masyarakat dan siswa-siswi SMK Kesehatan membutuhkan perbaikan akses jalan yang saat ini sudah memprihatinkan.

Saat awak media ini mewawancarai salah satu warga yang namanya tidak mau dipublish mengatakan bahwa saat ini yang dibutuhkan adalah akses jalan menuju SMK Kesehatan,namun Plh. Kepala Desa Patuhu hanya melakukan perbaikan saluran air untuk para penambak.

“Saat ini kami hanya membutuhkan perbaikan akses jalan menuju SMK Kesehatan, malah secara tiba-tiba pihak desa malah mengalokasikan dana desa untuk perbaikan saluran air untuk para penambak, padahal para penambak bisa memperbaiki saluran itu karena mereka mempunyai penghasilan yang besar.” Jelasnya

Ditambahkannya lagi, “mungkin saja dikarenakan Plh. Kepala Desa berteman baik dengan Pak Agus yang notabenenya pemilik Alat excafator sehingga anggaran itu digunakan untuk perbaikan saluran air tambak.” Tutup Masyarakat Desa Patuhu.

Ditempat terpisah, Plh. Kepala Desa Patuhu Wahab Lasa membantah tudingan masyarakatnya, dirinya mengatakan bahwa perbaikan saluran air tambak tersebut berdasarkan permohonan masyarakat, dan semua sudah ada dalam RPJMDes, dan perbaikan saluran tidak ada kaitan dengan siapa-siapa  karena itu murni dari masyarakat.

“Perbaikan saluran air yang saat ini dikerjakan itu berdasarkan permohonan masyarakat, dan itu sudah ada dalam RPJMDes,  awal usulan rehab dan tambah kedalaman tersebut dikarenakan saluran air itu sudah dangkal, anggaran yang dioeruntukan itu sebesar 200 juta untuk pekerjaan dengan jarak 1500 meter jadi untuk PP itu berarti 3000 meter atau 3 kilometer.” Jelasnya

Ditambahkannya lagi, “ jika menurut masyarakat bahwa ada tendensi lain itu tidak benar, ini sudah kami bahas di Desa jadi tidak ada kaitan dengan pemilik alat, kalau penggunaan alat memang menggunakan alat pak agus jadi semua ini berdasarkan kesepakatan dengan ketua BPD dan tokoh-tokoh masyarakat” tutup Wahab Sambil bersumpah. (Jho)

No comments:

Berikan Tanggapan Anda