Berita Terbaru

Advetorial

Advetorial

Berita Populer

Gelar Kegiatan AdyRESy, Diknas Pohuwato Diduga Lakukan Pungli



 

faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Terkait isu yang beredar dimana Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pohuwato diduga melakukan pungli dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan AdyRESy baik JoyFull Learing, Matematika Indonesia dan Smart Teaching Indonesia bagi seluruh Guru PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK.

Dalam surat edaran nomor. 800/Dikbudpora/743/Sek/X/2016 yang tertanggal 12 Oktober  tercantum jenis-jenis pelatihan, dimana guru yang telah tersertifikasi membiayai sendiri sebesar Rp. 300.000,- (Tiga Ratus Ribu Rupiah)  dan untuk guru non sertifikasi dapat diambil dari dana BOS dari sekolah masing-masing.

Sementara dalam petunjuk tehknis penggunaan Dana BOS dalam pengembangan profesi dinyatakan bahwa sekolah dapat mendapatkan hibah/block grand atau sejenisnya ditahun anggaran yang sama dapat menggunakan dana BOS untuk transport kegiatan bila tidak disediakan.

Dapat juga menggunakan dana BOS untuk biaya pendaftaran dan akomodasi kegiatan seminar peningkatan mutu apa bila dilaksanakan diluar satuan pendidik, serta larangan penggunaan dana BOS untuk biaya kegiatan yang telah dibiayai oleh Pemerintah Daerah.

Saat awak media ini mewawancarai salah satu guru yang namanya enggan dipublish mengatakan bahwa dalam juknis penggunaan dana BOS adalah untuk memfasilitas segala sesuatu yang berada didalam ruang lingkup sekolah, bukan untuk untuk digunakan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan.

Kami selalu semangat dan komitment dalam pengembangan potensi kami sebagai seorang guru, namun saya sangat berharap agar semua kegiatan harus terncana, terukur dan harus ada Output yang memenuhi standart, kami seluruh guru kemarin kemarin pernah mengikuti seminar untuk meningkatkan kualitasnya, dg peserta hadir cukup banyak, tentunya itu tdk gratis, ada konsekuensi yg harus dibayar, dan hal" seperti ini perlu di dorong asal outputnya terukur.”Jelasnya

Ditambahkannya lagi, “Nah hari ini jika itu dilaksanakan lagi maka kita evaluasi dulu hasil dari kegiatan seminar atau semacamnya itu kemarin, apakah ada tindak lanjut atau hanya satu tahap saja, mengingat beban biayanya sebagian ditanggung oleh guru, kalau konsepnya sama maka perlu ditinjau ulang kegiatan yg akan dibuat lagi, mengingat anggarannya cukup besar dan kalo masih dibebankan ke GURU apalagi bebanya sampe 100%, maka harus di tolak, di tolak, di tolak, jg sampe ini pungli/ atau proyek yg dibungkus dg tema kegiatan seminar atau semacamnya dg dalih meningkatkan kualitas guru...kalo mo bikin kegiatan harus terencana dg matang dan harus sudah di anggarkan lewat satker yg membuat kegiatan. jika dipaksakan maka akan ada gerakan penolakan....hidup guru, ingat kita guru bukan sapi perah.”tutup guru yang mengajar disalah satu Sekolah Menengah Pertama ini.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pohuwato Lusiana Bouty membantah adanya dugaan pungli dalam pelaksanaan seminar AdiREsy dibulan Oktober kemarin, daerah tidak menganggarkan kegiatan ini, dan mestinya para guru bersyukur kalau pohuwato mendapatkan materi khusus belajar matematika secara cepat dari kementerian langsung.

“Yang dikatakan para guru itu sangat keliru, kegiatan itu dilakukan untuk pengembangan mutu pendidik yang berada di Kabupaten Pohuwato, seharusnya mereka bersyukur kalau Pohuwato mendapatkan meteri khusus pembelajaran matematika secara cepat dari kementrian langsung, semuanya jelas dalam juknis tentang penggunaan dana bos, dan yang dibayarkan itu digunakan untuk biaya akomodasi, pemateri seminar.”jelas lusi

Ditambahkannya lagi, “ Kami tidak memiliki anggaran untuk kegiatan itu, ini adalah kegiatan resmi bukan untuk mengambil keuntungan dari mereka, ini adalah kegiatan APKASI seluruh Indonesia melaksanakan dalam 4 tahun sekali, dan ini adalah kegiatan penguatan pelajaran matematika secara dahsyat dimana setiap guru diberikan metode mengajar matematika yang gampang, dan anggarannya yang terkumpul bukan sebesar 700 juta lebih, sementara kapasitas guru yang ikut kemarin hanya sekitar 300 orang, dan yang paling pokok itu adalah guru yang tersetifikasi.”Tutup Lusi (Jho)

No comments:

Berikan Tanggapan Anda