Berita Terbaru

Advetorial

Advetorial

Berita Populer

Puluhan Tahun Terdegradasi, Tim Gabungan Mendadak Turun


Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato – Puluhan tahun dirambah dan diubah menjadi lahan tambak, Hutan Cagar Alam Tanjung Panjang membuat Direktorat Jenderal Penanganan & Keamanan Hutan untuk wilayah Sulawesi,Maluku dan Papua ini akhirnya membetuk tim gabungan guna mengembalikan kawasan cagar alam seperti semula.

Tim gabungan yang diwakili dari setiap stakeholder yakni BKSDA, Kodim Gorontalo, POM Gorontalo, Polda Gorontalo, Dinas Hutanben Provinsi Gorontalo serta Kejaksaan Tinggi ini (25/10) kemarin melakukan pembongkaran puluhan pondok serta membuka pintu air tambak yang masuk dalam kawasan cagar alam.

Pembongkaran pondok ini merupakan tindakan peringatan terakhir yang ditempuh BKSDA sebelum ditahun 2017 mendatang akan melakukan pembersihan secara masal. Sebelumnya  hampir 1 dekade BKSDA terus memberikan sosialisasi tentang larangan aktivotas di kawasan Cagar Alam Tanjung Panjang. Namun, peringatan demi peringatan seakan tak mampu menahan degradasi hancurnya 80 persen kawasan cagar alam Tanjung Panjang saat ini.

Dirjen Penanganan dan Keamanan Hutan Wilayah Sulawesi, Maluku, Papua Burhanudin kepada RADAR mengatakan bahwa penegakan hukum pada lingkungan hidup dan kehutanan untuk saat ini tidak ada toleransi lagi, dimana semua kegiatan ilegal harus ditangani bersama, meski kegiatan yang dilakukan (25/10) kemarin masih tergolong pra pihak Dirjen akan melakukan kegiatan yang lebih terkoneksi dan melakukan kerja sama yang lebih luas.

"Penegakan hukum pada lingkungan hidup dan kehutanan untuk saat ini tidak ada toleransi lagi, dimana semua kegiatan ilegal harus kita tangani bersama, meski kegiatan yang kami lakukan (25/10) kemarin masih tergolong pra, kami akan melakukan kegiatan yang lebih terkoneksi dan melakukan kerja sama yang lebih luas."Jelasnya

ditambahkannya lagi, "Dan sekali lagi kami tegaskan bahwa penanganan hukum sebenarnya adalah langkah terakhir apa bila upaya-upaya preventif telah dilakukan serta tidak ada lagi kegiatan dikawasan jika semua telah kami lakukan, ini adalah saatnya Negara harus kembali demi mengembalikan tananan penegakan hukum. Tutup Burhanudin

Hal yang sama dikatakan oleh Wiliam Tengker selaku Kepala Seksi Pengamanan Dan Penegakan Hukum BKSDA khusus wilayah Sulawesi dan Gorontalo, Kegiatan kali ini berdasarkan rapat koordinasi dan kesepakatan yang telah disepakati bersama dengan seluruh stakeholder pada awal agustus 2016.

"Kegiatan kali ini berdasarkan rapat koordinasi dan kesepakatan yang telah kami sepakati bersama dengan seluruh stakeholder pada awal agustus kemarin, saat ini kami memang Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) yang baru, dan langkah kongkrit yang akan kami lakukan di awal tahun 2017 mendatang adalah pembersihan secara menyeluruh terhadap areal yang masuk dalam kawasan Cagar Alam dikarenakan wilayah ini sudah terdegradasi."Jelas Wiliam (Jho)

No comments:

Berikan Tanggapan Anda