Berita Terbaru

Advetorial

Advetorial

Berita Populer

Saat Reses, Dokter Puskesmas Popayato Katakan Aleg Lakukan Provokasi





Fakanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Disaat pelayanan medis mulai dipertanyakan, kini muncul oknum dokter yang dinilai tak memiliki etika dalam dalam menghadapi setiap karakter pasien yang membutuhkan pelayanan medis serta tamu yang datang menyambangi Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang saat ini dicanangkan menjadi Rumah Sakit Mini.

Saat mengunjungi Puskesmas Popayato, Kamis (13/10) kemarin, para Aleg sempat bersitegang dengan dokter yang saat itu bertugas, yang herannya reses kali ini para aleg dianggap melakukan sebuah provokasi disaat para aleg mempertanyakan kinerja Puskesmas Popayato yang dianggap lambat.

Saat diwawancarai awak media ini Ketua Fraksi Bintang Persatuan Keadilan Nasional (BPKN), Umar Biki membenarkan kejadian yang seharusnya tidak terjadi, dirinya juga sangat menyayangkan steatment yang dikeluarkan oleh Dokter yang mengatakan bahwa para aleg saat itu tengah melakukan sebuah provokasi disaat ada pasien yang butuh rujukan ke RSUD Pohuwato.

"Saya dan teman-teman Aleg lainnya sangat menyayangkan steatment yang dikeluarkan oleh Dokter Puskesmas Popayato saat kami turun untuk melakukan peninjauan, maka dari itu saya meminta agar perkataan itu dicabut, dan kiranya Kepala Dinas Kesehatan maupun Ikatan Dokter Indonesia  (IDI) Cabang Pohuwato lebih selektif dalam menempatkan dokter-dokter muda disetiap puskesmas. Dan saya berharap kepada pemerintah agar dapat mmperhatikan persoalan ini, karena pelayanan dibidang kesehatan harus kita utamakan, sebab ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat," Tutup Umar (Jho)

2 comments:

  1. kalau bikin berita, cover both sides donk, ngerti gak? Wawancara alegnya, wawancara juga dokternya. jadi jelas ceritanya dari 2 sisi. Gini nih, kalo yg jadi wartawan cuma tamatan sd atau smp, trus kursus menulis 1 atau 2 bulan udah deh jadi wartawan karbitan. Atau bisa juga sih mulutnya udah disumpal duit, jadi ya kayak anjing yg dikasih tulang ama majikannya.

    ReplyDelete
  2. kalau bikin berita, cover both sides donk, ngerti gak? Wawancara alegnya, wawancara juga dokternya. jadi jelas ceritanya dari 2 sisi. Gini nih, kalo yg jadi wartawan cuma tamatan sd atau smp, trus kursus menulis 1 atau 2 bulan udah deh jadi wartawan karbitan. Atau bisa juga sih mulutnya udah disumpal duit, jadi ya kayak anjing yg dikasih tulang ama majikannya.

    ReplyDelete