Berita Terbaru

Advetorial

Advetorial

Berita Populer

Bupati Pohuwato Dinilai Seperti Bibit Unggul Ditanah Yang Tandus






Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Menjadi Pelayan bagi masyarakat memanglah suatu pekerjaan yang tidak tergolong mudah, setiap Aparatur Sipil Negara tentu harus dibekali dengan keterampilan dan wawasan disetiap kali menghadapi masyarakat.

Kini setiap daerah bertarung untuk mendapatkan kembali atau harus melakukan satu gebrakan demi mencapai perubahan paradigma yang mampu membersihkan citra para ASN, yang antara lain mengembalikan citra pemerintah tanah air dan merebut kembali kepercayaan publik sehingga kebijakan pemerintah dapat diterima secara positif.

Akan tetapi kinerja dari setiap Pimpinan SKPD yang saat ini tidak mendapatkan sebuah apresiasi dari Anggota Legislatif yang juga Ketua Fraksi Bhineka Tunggal Ika Junus Usman, pasalnya hampir seluruh pucuk pimpinan SKPD dinilai tidak mampu mengimbangi Bupati Syarif Mbuinga.

Saat berbincang-bincang di ruangan Fraksi Bhineka Tunggal Ika Junus Usman mengatakan bahwa Bupati Kabupaten Pohuwato adalah sosok Putra Daerah yang mampu mengubah dan mampu menyatukan paradigma berfikir seluruh masyarakat Pohuwato, hanya saja kinerja dari setiap pucuk pimpinan SKPD belum mampu untuk mengimbangi pola seperti itu.

“Jika saja mereka (SKPD-red) mampu untuk mengimbangi pak Bupati, sangat jelas bahwa Kabupaten Pohuwato kedepan akan mampu untuk sejajar dengan Daerah-Daerah berkembang lainnya, dan yang saat ini saya nilai bahwa para Pimpinan SKPD hanya kebanyakan ABS (Asal Bapak Senang), seharusnya mereka juga turun langsung bukan hanya berdasarkan laporan dari bawahan saja.”Jelas Junus


Ditambahkannya lagi, “Jadi menurut saya bahwa saat ini Bupati Syarif Mbuinga bagaikan sebuah Bibit yang Unggul, akan tetapi sangat disayangkan Bibit Unggul tersebut di Tanam di sebuah tanah yang tandus, dan saya sudah turun ke lapangan, hampir semua bantuan untuk masyarakat miskin itu tidak sepenuhnya tersalurkan, contoh misalnya bantuan usaha sebesar 15 juta untuk masyarakat yang memiliki usaha kios atau warung, barang yang diterima itu sebenarnya tidak mencapai 15 juta, melainkan hanya sebesar 5 juta rupiah, apakah ini dapat untuk menurunkan angka kemiskinan jika penyalurannya seperti itu.? Sementara Pak Bupati dengan bangganya selalu membicarakan program pemberantasan angka kemiskinan sudah terpenuhi walaupun bantuan tersebut telah tidak seperti yang ada dalam daftar bantuan.(Jho)

No comments:

Berikan Tanggapan Anda