Berita Terbaru

Advetorial

Advetorial

Berita Populer

Mencari Pemimpin, Antara Harapan dan Perubahan

Oleh : Jeffry As. Rumampuk - Profesional
Ilustrasi


Pemimpin yang didambakan oleh setiap masyarakat diseluruh daerah yang ada diindonesia termasuk di Gorontalo adalah keteladanan pemimpin yang sangat erat kaitannya dengan pribadi yang baik, memiliki etika moral, dan menempatkan kepentingan publik diatas segalanya. Tanpa itu bukanlah pemimpin namanya, melainkan penguasa congkak dan sombong yang menganggap sesuatu yang dipimpinnya milik sendiri.

Ketika  kita flash back sejenak, banyak sekali kebijakan yang tidak menyentuh akar persoalan daerah yakni salah satunya adalah kemiskinan, sehingga ada berbagai aksi nekat yang ditimbulkan oleh masyarakat kita dengan menuntut sebuah kepastian. Sadar atau tidak kita memerlukan keteladanan pemimpin, oleh karena itu pabrikasi pemimpin adalah kerja rumah sendiri. Bisa tidak kita menciptakan institusi pendidikan yang melahirkan calon pemimpin yang melindungi bagaikan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, Bukan sosok pemimpin yang menggandrungi kekuasaan, tetapi pemimpin yang bisa melindungi rakyat dari himpitan persoalan hidup.

Sehingganya Pemimpin yang patut menjadi teladan adalah pemimpin yang mampu membebaskan warganya dari belitan kemiskinan, penganguran, dan bisa menyuarakan serta menyelesaikan jerit tangis hati rakyatnya. Penyelesaian praksis menempatkan rakyat sebagai pusat kebijakan, tentunya akan melahirkan upaya kongkrit penanggulangan terhadap meruaknya ketidakadilan sebagai indikator ketakwaan seorang pemimpin.
Hal ini tentu akan berpengaruh kepada kepercayaan rakyat, karena jika tidak maka Kepentingan kalangan bawah oleh pemimpin itu hanya dikremasi diatas kertas berbentuk rancangan, tapi tidak teraplikasi secara nyata. Ketika ketidakpedulian birokrat seperti ini terus menggejala, maka apatisme rakyat terhadap pemimpin semakin mengakar kuat,  Akhirnya kepercayaan atas pemimpin akan meredup sehingga demokratisasi ternoda kembali karena suara rakyat bukan lah suara diatas kekuasaan pejabat, melainkan suara yang mengungguli kedaulatan rakyat.

Misalnya dengan merealisasikan janji-janji politiknya saat berkampanye dan melakukan sebuah analisa yang kuat dalam mengeluarkan kebijakan supaya kebijakan tersebut efektif dan sesuai dengan yang diinginkan masyarakat. Untuk itu kita memerlukan sosok pemimpin atau politikus yang peduli terhadap persoalan rakyatnya agar kesejahteraan yang selalu didengungkan dapat nyata terjadi.

Itulah wujud kepimpinan dan politikus yang menghargai nilai-nilai kemanusian dengan merealisasikan pepatah demokrasi: dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sebab, meminjam pemikiran Ignas Kleden, ia mengatakan :”kalau demokrasi sebagai sitem politik , maka pemimpin yang demokratis adalah seorang yang berasal dari rakyat (bukan dari kalangan bangsawan), diawasi oleh rakyat (bukan mengawasi dirinya sendiri), dan bekerja untuk rakyat (bukan bekerja buat dirinya sendiri dan kelompok yang dekat dengan dirinya). Ini artinya, segala kebijakan yang ditawarkan pemerintah tidak boleh mencekik rakyat, karena pusat kekuasaan adalah terletak pada kehendak rakyat, bukan pada pundak pejabat.

                Sekarang masyarakat mendambakan kehadiran sesorang yang yang mempunyai moral, untuk bisa dijadikan pusat perhatian karena penuh keteladanannya (exemplary center) adalah cita-cita ideal setiap bangsa, agama, dan suku bahkan ideologi politik. Orangnya juga tidak harus dari kalangan darah biru, melainkan mampu tidak kinerja dirinya diawasi serta dipersembahkan untuk kepentingan rakyat. 

Oleh karena itu, Pemilukada Kabupaten Boalemo sebagai salah satu daerah yang menjadi contoh nasional terkait dengan daerah yang sedang mempersiapkan diri untuk melaksanakan bagian dari demokrasi yakni pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat diharapkan mampu memegang amanah yang diberikan rakyat kepadanya, jangan hanya pada saat mempunyai kepentingan berlomba-lomba menyapa rakyat namun setelah mendapatkan kedudukan lupa akan rakyat, sebenarnya rakyat tidak banyak meminta karena yang diingin yakni kebijakan yang dikeluarkan mengatas namakan rakyat dengan melihat kebutuhan mendasar yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Sesuatu yang terjadi baik itu didaerah sendiri maupun didaerah yang lain hendaknya menjadi pelajaran yang berharga dalam membenahi sebuah sistem pemerintahan, yang dapat menyadarkan kita bahwa praktik politik  harus mulai dibingkai dengan kekuatan etika-moral berbasis ajaran agama, Hal itu dimaksud agar kotornya dunia politik, bisa dibersihkan oleh para politikus yang moralis, karena selalu menyandarkan aktivitas politiknya pada ketangguhan ajaran tauhiduallah. Sehingga para pemimpin harus mengamalkan politik yang luhur atau berbasis pada kekuatan etika dan moral sehingga dapat menjadi politikus atau pemimpin sejati yang memperjuangkan suara rakyat tanpa dibumbui kepentingan pribadi maupun kelompok. Karena itu dengan etika politik dan bermoral merupakan pemimpin yang menjadi harapan rakyat. (***)


No comments:

Berikan Tanggapan Anda