Berita Terbaru

Advetorial

Advetorial

Berita Populer

DANA CSR PERTAMBANGAN UNTUK SIAPA ???



(Oleh : YR. Monoarfa)


Alhamdulillah, kami masyarakat Pohuwato sudah dibantu oleh PT. Gorontalo Sejahtera Mining dan PT. One Asia Resource yang dalam dua tahun terakhir ini telah menyalurkan bantuan untuk pendidikan berupa pembangunan gedung SMK Pertambangan di Kecamatan Buntulia melalui CSR (Corporate Social Responsibility). Sekali lagi terimakasih banyak.” Pernyataan tersebut akan dituturkan oleh segenap masyarakat Pohuwato bila saja CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan tersebut benar-benar bisa diwujudkan sesuai peruntukkannya.
Angan-angan di atas sering bersemayam di benak penulis mengingat beberapa fakta lapangan :

1) Begitu besarnya peluang kesejahteraan masyarakat yang berbanding lurus dengan kekayaan sumber daya alam dibidang pertambangan yang melimpah di kabupaten Pohuwato.

2) Sangat kurangnya kualitas sumber daya manusia local untuk mengelolanya secara berkesinambungan.

3) Nyaris tidak adanya sekolah pertambangan di Pohuwato sebagai wadah pendidikan berkelanjutan yang dapat menjamin lahirnya SDM Pohuwato yang handal dan berlisensi.
Di tambah lagi dengan pertanyaan-pertanyaan berikut yang juga ikut berseliweran dalam nalar penulis,

Untuk siapakah dana CSR di bidang pertambangan?

Apakah selama perusahaan ini telah mendistribusikan dana tersebut atau yang semacamnya?

Apakah dana yang diberikan perusahaan telah berdampak positif terhadap masyarakat sekitar?

Apakah masyarakat merasa terbantu dengan adanya perusahaan dikampung halamannya?

Apakah dengan adanya penambahan PAD benar-benar membantu rakyat?

Lantas bagaimana kondisi selama ini?

Mungkin saja hadirnya perusahaan bukan menguntungkan, tapi malah merugikan?

Inilah yang mendasari penulis berinisiatif menuliskan sekelumit permasalahan CSR.
Menurut hemat penulis, cara yang paling awal dalam menyiasati keberadaan dana CSR agar dapat efisien dan efektif yakni dengan lahirnya peraturan daerah Kabupaten Pohuwato tentang tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Bagaimana dana CSR dikelola, transparansi, akuntabilitas, metode penyaluran, penerima manfaat, dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar perusahaan secara khusus dan masyarakat lainnya pada umumnya menjadi argumentasi awal dalam proses mendorong lahirnya ranperda tersebut, hal itu akan terwujud bila seluruh elemen pemangku kepentingan ikut berpartisipasi dalam mengkerucutkannya.

No comments:

Berikan Tanggapan Anda