Berita Terbaru

Advetorial

Advetorial

Berita Populer

Lagi, Masyarakat Pohuwato Diduga Jadi Korban Kriminalisasi


Faktanews.com (Hukum) – Kabupaten Pohuwato, Kembali, sebuah perlakuan yang seharusnya tidak dilakukan oleh oknum-oknum Kepolisian Resort (Polres) Pohuwato dialami oleh masyarakat Kecamatan Marisa, pasalnya pihak keluarga dari salah satu terduga dalam kasus peredaran uang palsu tidak terima atas kejadian yang menimpa Tahir Kamang.

Semula pihak Reskrim Polres Pohuwato sementara mendalami kasus peredaran uang palsu di Kabupaten Pohuwato, setelah mendapatkan petunjuk berdasarkan hasil penangkapan dari salah satu tersangka atas nama Nunu, Satuan Reskrim Polres Pohuwato langsung menjemput Tahir Kamang di rumah pribadinya yang beralamatkan Desa Pohuwato Timur.

Pada saat proses penangkapan, pihak keluarga tidak terima ketika ada salah satu oknum buser yang mengeluarkan tembakan, sementara jika ditilik jauh lagi lebih dalam,  Tahir yang merupakan terduga, bukanlah seorang teroris dan tidak berniat untuk melarikan diri serta memberikan perlawanan.

Kepada faktanews.com, Lena Kamang mengatakan bahwa saat proses penangkapan dirinya heran dan kaget saat Sat Reskrim Polres Pohuwato mengeluarkan letusan/tembakan yang dilakukan oleh salah satu oknum polisi yang datang untuk menjemput saudaranya Tahir Kamang, hingga mengakibatkan anak kecil di lingkungan tersebut sampai saat ini masih shock.

“Saya heran dan kaget, saat buser datang untuk menangkap Tahir mereka mengeluarkan tembakan, sementara saat itu Tahir berada didalam rumah, kan dia (Tahir-red) bukan teroris, tidak melarikan dir apalagi melawan saat ditangkap, apa memang seperti itu prosesnya.?”Tanya Lena seraya menambahkan

Menurut pengakuan Tahir Kamang kepda pihak keluarganya bahwa saat dijemput oleh Pihak Sat Reskrim Polres Pohuwto, Tahir dibawah disalah satu Cafe yang ada di Kecamatan Marisa dan dipukuli pada bagian Dada, Mata dan telapak kaki, sehingganya saat ini Tahir Kamang sulituntuk berjalan dan sering muntah darah.

“Tahir cerita kepada kami bahwa saat itu dia tidak dibawah ke Polres, melainkan dibawah di salah satu Cafe dan dipukuli oleh Anggota pada Bagian Dada, Mata dan Telapak Kaki, dan sekarang Tahir sangat sulit untuk berjalan serta sering muntah daerah.” Tutup Lena

Pada Jumat (24/02) Korban dan Keluarganya yang didampingi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LABRAK melapor secara resmi di Bagian SPKT Polres Pohuwato atas tindakan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Oknum-Oknum Polisi Polres Pohuwato.

Saat diwawancarai oleh faktanews.com,  Sonni Samoe mengatakan bahwa dirinya telah secara resmi mendapatkan aduan terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Oknum-Oknum Sat Reskrim Polres Pohuwato, sehingganya dirinya mengawal pihak Keluarga Tahir Kamang untuk melaporkan sebuah tindakan yang seharusnya tidak dilakukan oleh Anggota Kepolisian Resort Pohuwato.

“Saya telah mendapatkan aduan secara resmi dari pihak keluarga Tahir Kamang tentang sebuah dugaan Penganiayaan yang dilakukan oleh Oknum-Oknum Buser Polres Pohuwato, sehingganya saya menemani atau mendampingi keluarga korban untuk melapor secara resmi di bagian SPKT Polres tindakan yang dimaksud.” Jelas Sonni

Ditambahkannya lagi, bahwa LSM Labrak akan terus mendampingi kasus ini hingga oknum-oknum Polisi yang melakukan dugaan penganiayaan tersebutakan segera mendapatkan hukuman yang setimpal, sesuai dengan peraturan yang berlaku.


“Saya dan teman-teman di LSM Labrak akan mendampingi terus kasus ini, hingga oknum-oknum buser Polres Pohuwato menerima hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku.”Tutup Sonni (Jho)

No comments:

Berikan Tanggapan Anda