Berita Terbaru

Advetorial

Advetorial

Berita Populer

Insiden Beras Busuk, LSM JARRAK Meminta Ka Bulog Wajib Bertanggung Jawab


Beras Bulog Yang tidak bisa disalurkan



(FaktaNews) Sosial – Gorontalo, beredarnya foto – foto beras busuk yang diberikan sebagai bantuan disalah satu Desa Tertinggal yang berada di Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo, membuat beberapa kalangan menjadi geram. Pasalnya kritikan yang berasal dari para aktivis, mahasiswa, oraganisasi kepemudaan dan  Lembaga Swadaya Masyarakat se Provinsi Gorontalo menunjukan simpatiknya.

Anton Abdullah - Ketua LSM JARRAK 
Setelah Komite Nasional Pemuda Indonesia Cabang Kabupaten Pohuwato (Baca : http://www.faktanews.com/2017/05/salurkan-beras-busuk-knpi-pohuwato-ka.html), giliran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Rakyat Anti Korupsi angkat bicara. Ketua LSM JARRAK Anton Abdulah kepada awak media ini mengatakan bahwa pihaknya sanga menyesalkan kejadian yang dinilai sangat merugikan masyarakat. Pasalnya, kualitas beras yang dibagikan kepada masyarakat itu, tidak layak konsumsi. “ jangan kan manusia, ayampun tidak mau mengkonsumsinya.” Kata Anton Geram.

Dirinyapun meminta secara langsung kepada Pemerintah dan DPRD Provinsi Gorontalo agar dapat melakukan sidak ke Badan Urusan Logistik atau Bulog Gorontalo. Selain itu, fungsi pengawasan DPRD Provinsi Gorontalo juga harus ditingkatkan. “ Jangan nanti sudah dapat masalah seperti ini, baru ambil peran. Jadi kami meminta kepada Pemda dan DPRD Gorontalo, agar melakukan sidak dan meningkatkan fungsi pengawasan. Selain itu, saat ini kita sementara melaksanakan ibadah suci Puasa Ramadhan, masa para pejabat makan nasi bagus sementara rakyat dikasih bulog beras busuk.” Tegas Anton.

Anton menambahkan bahwa Pihaknya berharap dalam kasus ini jangan sampai ada monopoli penyaluran bantuan. Olehnya dirinya mengingatkan kembali kepada Pemerintah Kabupaten/kota bersama para Anggota DPRDnya agar supaya melakukan monitoring lagi sebelum menyerahkan bantuan. “ apalagi bantuan beras itu diberikan kepada desa tertinggal, sudah tertinggal diberikan bantuan yang tidak layak lagi. Ini ada apa....  jangan sampai kasus ini melanggar UU Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dan juga melanggar Inpres Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Kebijakan Pengadaan beras/gabah dan enyaluran beras leh pemerintah.” Tutup Anton.

Sementara itu, Erosh Kaluku masyarakat Gorontalo yang peduli akan kasus ini, kepada awak media menyampaikan bahwa yang harus bertanggung jawab adalah kepala Perum Bulog Gorontalo. Dimana menurut Erosh, jika tidak mampu menjaga mutu dan kualitas yang layak dikonsumsi, Ka Bulog Gorontalo harusnya angkat kaki. “ jangan hanya beli beras dari petani saja yang bagus bagus, sementara beras yang rusa yang dikasih ke rakyat. Makanya harus ada pengawasan mutu yang jelas, agar pendistribusiannya pun bagus. Karena dalam kasus ini sangat tidak masuk akal.” Ungkap Erosh.

Kepala Perum Bulog Gorontalo melalui Wakasubdrive Armin Bandjar, ketika dikonfirmasi awak media ini mengatakan bahwa dalam kasus ini harusnya tidak perlu ribut seperti ini. dalam peyaluran bantuan jika terdapat beras yang memang tidak dapat diterima oleh masyarakat,  seharusnya melapor yang kemudian oleh pihaknya akan secepat mungkin untuk menggantinya. “kemarin waktu kami melakukan sosialisasi dengan para kepala desa, jika menemukan beras yang tidak layak maka dipisahkan saja nanti kami ganti. Tidak perlu harus ribut seperti ini.” Jelas Armin.


Arminpun menambahkan, bahwa kualitas  beras digorontalo untuk saat ini memang ada beberapa yang rusak. Pasalnya kondisi cuaca, panen diwaktu hujan dan lain sebagainya yang menyebabkan berasnya rusak. “ nah dari sekian puluh Ton, ada beberapa kilo yang rusak sseperti itu. Olehnya sesuai apa yang saya bilang tadi, jika menemukan beras yang rusak, tolong hubungi kami, dengan sesegera mungkin akan kami ganti dan tidak perlu ribut – ribut seperti ini. (FN02 – FN03)

No comments:

Berikan Tanggapan Anda