Berita Terbaru

Advetorial

Advetorial

Berita Populer

Oknum Pejabat Polres Pohuwato Salah Tembak.?

Caption : Kondisi Korban Alm. Abdul Wahab Tuadingo Saat Berada Di Rumah Sakit Bumi Panua Pohuwato 
Faktanews.com (Hukrim) – Kabupaten Pohuwato, Setelah menjadi Target Operasi berdasarkan pengembangan perkara kasus pembongkaran rumah salah satu Angota DPRD Pohuwato, masyarakat Desa wonggarasi Tengah Kecamatan Lemito diduga menjadi sasaran tembak oknum Perwira Polres Pohuwato.

Dimana dalam penelusuran tim investigasi FaktaNews, Oknum Polisi tersebut adalah Rifi Noor Faisal Tombolotutu,  perwira jebolan Akademi Kepolisian ini dinilai melampaui tugas pokok dan fungsi anggota kepolisian yakni menjadi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu keluarga korban Hi. Afon Nento kepada faktaNews mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang didapatkan dari isteri korban  Abdul Wahab Tuadingo alias Ndupo, suaminya memang selalu menjadi sasaran Polres Pohuwato disetiap kali ada kasus pembongkaran rumah, padahalbpihaknya tidak mengetahui dan tidak ada bukti yang kuat yang membuktikan korban bersalah.

“Selama ini yang saya tahu bahwa almarhum Ndupo selalu menjadi sasaran mereka jika ada kasus pembongkaran rumah, contohnya kemarin saja almarhum sempat koma dikarenakan banyaknya menerima pukulan, padahal dia tidak melakukan pencurian sepeda motor sesuai apa yang dituduhkan kepada almarhum wahab.”Ungkap Afon jengkel.

Ditambahkannya lagi, pada saat kejadian penembakan itu, korban yang semenrara menyantap sahur dengan keluarganya kaget ketika beberapa oknum buser Polres Pohuwato memasuki rumah dengan cara kasar. Tanpa menyebutkan apa yang dimaksud, tiba tiba terdengar 2 kali tembakan yang kemudian menyebabkan korban mengalami luka tembak dibagian belakang dan perut.

Hal tersebut tentu tidak dapat diterima oleh pihak keluarga yang tercatat hingga saat ini meminta agar masalah tersebut diselesaikan sesuai aturan dan konsekwensi hukum yang berlaku. 

“Sesuai dengan informasi yang diberikan oleh isteri korban bahwa saat itu mereka sedang santap sahur, dan korban tidak menggunakan sehelai pakaian, sehingganya pada saat didobrak pintu rumahnya korban spontan lari ke bagian dapur, namun tiba-tiba salah satu oknum polisi melesatkan tembakan sebanyak 2 kali dibagian belakang dan perut.”Jelas Afon seraya menambahkan 

“ Saya dan juga pihak keluarga lain menginginkan agar masalah ini diselesaikan sesuai hukum yang berlaku, jika terbukti maka yang bersangkutan harus dipecat.”Jelas Afon Kesal.

Ditempat terpisah, Kapolres Pohuwato AKBP. Ary Donni Setiawan saat dimintai tanggapannya, kepada FaktaNews mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya ke pihak Polda Gorontalo untuk melakukan investigasi perkara, dan dirinya pun akan memberikan sanksi yang tegas jika secara terbukti telah melanggar aturan yang ada.

“Saat ini kami dari Polres Pohuwato telah menyerahkan secara full kepada pihak Polda Gorontalo, dan saat ini polda sementara melakukan investigasi atas tindakan ini,dan kami masih akan tetap menunggu hasil investigasi atas permasalahan ini, dan jika terbukti, kami akan memberikan sanksi yang tegas kepada yang bersangkutan.”Jelas Ary Donni. (FN-01/02)

No comments:

Berikan Tanggapan Anda