Berita Terbaru

etorial

etorial

Berita Populer

Derita Pasien Miskin Pemegang KIS, Keluar Paksa Dari Rumah Sakit Dunda


Filosofi RSU DR.MM.Dunda
Faktanews.com (Daerah) -  Kabupaten Gorontalo, Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah salah satu program jaminan kesehatan yang dijanjikan oleh Presiden Joko Widodo akan membebaskan pasien dari pembiayaan kesahatan. Namun pada kenyataannya KIS tidak berlaku dalam sistim asuransi yang dijalankan oleh Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Hal ini terjadi pada Minu Supu (60 Thn), salah seorang pasien miskin yang keluar paksa dari rumah sakit karena memiliki KIS yang menurut mereka sudah tidak berlaku lagi.
Dalam Kronologinya, Minu Supu pasien miskin yang menderita penyakit ginjal ini sudah 2 (Dua) hari dirawat di Rumah Sakit Dunda, Limboto Kabupaten Gorontalo. Ketika keluarga pasien menunjukkan jaminan Kesehatan atau (KIS), pihak BPJS tidak bisa mengklem kartu jaminan kesehatan dengan alasan kartu tersebut sudah tidak berlaku lagi.

Mengetahui hal tersebut, keluarga pasien tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak punya biaya untuk membayar perawatan pasien, sebab aturan dari BPJS dan rumah sakit, kalau tidak memiliki kartu jaminan kesehatan akan dimasukkan ke pasien umum, sehingga seluruh biaya perawatan harus dibayar walaupun tergolong miskin. Maka dari itu keluarga pasien tidak bertanya-tanya dan langsung mengeluarkan pasien secara paksa dari rumah sakit karena tidak mempunyai biaya. " Ketika kami menunjukan kartu ini (KIS,Red), pihak BPJS tidak menerima. katanya kartu ini tidak berlaku lagi. terpaksa kami keluar dari rumah sakit walaupun ibu kami masih membutuhkan perawatan." Bilang salah satu keluarga Minu.

"padahal kami ini keluarga miskin pak, kasihan orang seperti kami dibohongi seperti ini terus." Tambah kerabat lainnya.


Kepala Dinas Sosial, Safwan T. B

Saat dikonfirmasi oleh awak media ini, pihak Rumah Sakit Dunda Limboto seolah cuek dan terkesan berkilah ketika didatangi awak media ini.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Drs. Safwan T. Bano, M.Pd saat diwawancara mengenai hal tersebut mengatakan bahwa seharusnya pihak Rumah Sakit Dunda mengarahkan keluarga pasien untuk menghubungi pihaknya. Hal ini menurutnya dalam rangka mencari solusi yang kemudian akan direkomendasikan lagi terkait pengaktifan Kartu KIS milik Pasien tersebut. " Seharusnya pihak Rumah Sakit Dunda mengarahkan pasien yang kartunya sudah tidak aktif lagi ke kami. Biar nanti kami carikan solusinya dan merekomendasikan kembali agar kartu tersebut aktif lagi. jangan dibiarkan seperti itu, kasihan mereka." Kata Safwan.
"untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat khususnya yang KIS nya sudah tidak aktif lagi, agar bisa mengkomunikasikan hal hal seperti ini, agar pihak - pihak yang terkait akan bersama sama - sama mencarikan solusinya untuk melayani masyarakat." Tutup Safwan. (FN04)

2 comments:

  1. Kapan ini kejadian dan di mana alamat pasien.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete