Berita Terbaru

etorial

etorial

Berita Populer

Nyawa Masyarakat Pohuwato Dihargai 25 Juta, Keluarga Korban Minta Hentikan Aktifitas PT. GSM

Caption : Suasana Rapat Mediasi Yang Dilaksanakan di Ruang Camat Buntulia

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Kejadian naas yang menimpa para penambang yang berada bantaran sungai Borose, membuat gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Asosiasi Penambang Rakyat Indonesa (APRI) dan Jaga Pelita menjadi mediator dalam pertemuan di ruang Camat Buntulia.

Kejadian longsornya tanah dan bebatuan akibat aktifitas pengeboran yang dilakukan oleh pihak PT. Gorontalo Sejahtera Minning (GSM) telah merenggut nyawa Ical Pulubuhu yang beralamat Desa Tabulo Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo pada hari jumat 30 Juni sekitar pukul 15.30 Wita.

Dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Camat Buntlia Arman Mohamad, pihak keluarga korban Tamu Lihawa menuntut agar pihak Perusahaan PT, GSM untu memberikan dana santunan sebesar 40 juta guna membiayai semua kegiatan dari pemakaman hingga hari ke 100 Almarhum Ical Lihawa.

“Kami Dari pihak keluarga, meminta agar pihak perusahaan memberikan dana santunan sebesar 40 juta untuk membiayai proses pemakaman hingga selesai, jika permintaan tersebut tidak terpenuhi maka kami meminta agar pihak perusahaan untuk menghentikan pengeboran dilokasi sungai borose, dan kami akan mencari sendiri biaya tersebut dilokasi yang sama.”Tegas Tamu.

Ditempat terpisah, saat FaktaNews mewawancarai Camat Buntulia, Arman mohamad mengatakan bahwa  mediasi hampir mendapat titik temu, namun hanya satu yang tidak dapat disepakati yakni angka yang telah ditentukan oleh pihak keluarga.

“Pada prinsipnya, mediasi hari ini sudah hampir mencapai titik temu, dimana kedua belah pihak sudah saling sepakat bahwa pihak korban meminta perusahaan agar bertanggung jawab karena diduga kecelakaan yang menimpa Almarhum Ical Pulubuhu dikarenakan aktifitas yang dilakukan diatas,”Jelas Arman

Ditambahkannya lagi, bahwa pihak PT. GSM sudah menyampaikan keinginan serta niat baik perusahaan untuk membantu pihak korban.

“Perusahaan pun sudah menyampaikan keinginan dan niat baik untuk membantu keluarga korban, hanya saja yang masih berkendala yakni masalah angka, dimana angka yang disebutkan keluarga korban dan angka yang disampaikan oleh pihak keluarga, sehingga kami dari pihak Kecamatan memberikan kesempatan selama 3 hari kepada perusahaan untuk memicarakan kembali kepada pimpinan yang ada diatas.”Tutup Arman

Namun sangat disayangkan, ketika FaktaNews mewawancarai Genderal Manager PT. Gorontalo Sejahtera Minning Joko Yunanto menolak untuk dimintai keterangan.

“Nanti hubungi saja bagian Pers Ibu Regina” Jelas Joko

Saat FaktaNews meminta nomor Kepala Bagian Pers Ibu Regina, GM PT. GSM Joko Yunanrto enggan untuk memberikannya hingga berita ini ditayangkan. (FN-01)

No comments:

Berikan Tanggapan Anda