Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example floating
Example floating
Headline

Suwandi Musa : Demi Harga Diri Kabupaten Gorontalo, Pak Nelson Harus Melapor

×

Suwandi Musa : Demi Harga Diri Kabupaten Gorontalo, Pak Nelson Harus Melapor

Sebarkan artikel ini

Faktanews.com (Daerah) – kabupaten Gorontalo, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Gorontalo (Kabgor) Suwandi Musa, tanggapi persoalan isu rekaman dan screenshhot WA yang menyebut Bupati kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo dengan panggilan “Om” .

Dengan kondisi daerah saat ini, Suwandi menyarankan Bupati Nelson Pomalingo segara melaporkan yang bersangkutan (Red-Tuty) untuk menjaga harkat dan martabat daerah.

” Ini pukulan untuk pemerintah daerah, karena dengan kondisi saat ini bahwa yang malu dengan isu ini adalah pemerintah kabupaten Gorontalo, yang didalamnya ada DPRD kabupaten Gorontalo. Kita tidak boleh diam, saya berharap terlepas dari persoalan pribadinya pak Nelson atau persoalan Bupati, pak Nelson harus segara melapor. Saya sementara mengkonsolidasi teman-teman demi tegaknya harga diri kabupaten Gorontalo, maka DPRD Wajib melaporkan perempuan tersebut, karena di sana ada unsur pemerasan,” Jelas Suwandi.

Lebih lanjut kata Suwandi, jika Persoalan ini tidak ditanggapi, maka akan menjadi asumsi negatif di masyarakat.

” Ini diluar dugaan, bukan hanya pak Prof. Nelson Pomalingo yang terpukul, tapi rakyat kabupaten Gorontalo. Ingat, Prof. Nelson Pomalingo adalah simbol kabupaten Gorontalo, nah jika simbol sudah dicabik-cabik begini, maka kita di bawah juga pasti tercabik-cabik, harga diri ini pak,” Tutur Suwandi.

Terkait potensi pemakzulan yang disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat kabupaten Gorontalo, Suwandi mengungkapkan bahwa persoalan ini membuka ruang untuk pemakzulan.

” Ini sudah ada yurisprudensinya, Aceng Fikri Bupati disalah satu daerah di Jawa, itu nikah siri, tetapi di makzulkan oleh DPRD. Apalagi ini, besar kemungkinan ruang untuk pemakzulan itu besar, apalagi ini persoalan amoral kalau benar ada bukti foto dan vidio vulgar,” Tukasnya. (Fn12) 

Loading

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Akses berita Faktanews.com dengan cepat di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vae1Mtp5q08VoGyN1a2S. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Example 300x300
Example 120x600