Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example floating
Example floating
Headline

Pria di Bone Bolango ini Meninggal Usai di Vaksin, Pemda Diminta Tanggung Jawab

×

Pria di Bone Bolango ini Meninggal Usai di Vaksin, Pemda Diminta Tanggung Jawab

Sebarkan artikel ini

Faktanews.com, Bone Bolango – Seorang warga Bone Bolango, meninggal usai di vaksin, yang bertempat di Center Poin, Kabupaten Bone Bolango, pada tanggal 9 September 2021 kemarin.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, warga tersebut bernama Rahman Ismail l, yang merupakan warga Desa Bongopini, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango.

Dari kronologis yang dihimpun, Rahman pada tanggal 9 September 2021 sekitar pukul 09.00 Wita bersama isterinya Fitria Kornelis menuju lokasi vaksinasi masal di Center Point, untuk melakukan vaksinasi.

Saat dimeja screening, korban sempat mengatakan kepada dokter pemeriksa bahwa dirinya memiliki riwayat kekurangan Kalium dan tidak ada penyakit lainnya. Setelah selesai screening, dokter menyatakan bahwa korban bisa di vaksin dan menuntun korban untuk menuju ke meja 4.

Setelah di vaksin dosis pertama dan kembali ke rumah bersama isterinya, sekitar pukul 02.00 Wita dini hari, tanggal 10 September 2021 korban tiba-tiba mengeluh kesakitan, dimana bagian kaki dan tangan kirinya sudah tidak bisa digerakkan dan napasnya terasa sesak. Melihat kejadian tersebut isteri korban bersama orang tua dan keluarga langsung membawa korban ke Rumah Sakit Toto Kabila dan tiba sekitar pukul 02.25 Wita.

kemudian sebelum Rahman ditangani oleh pihak Rumah Sakit, isteri korban mengatakan bahwa suaminya di swab terlebih dahulu oleh perawat. Kemudian setelah di swab, suaminya ditempatkan di ruangan internal 2 dan langsung diambil tindakan oleh pihak rumah sakit dengan memasangkan infus dan oksigen.

Pada pukul 09.30 Wita, Rahman yang bekerja sebagai buruh lepas ini, dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit. Namun sampai dengan saat ini hasil swab dari pihak rumah sakit belum diketahui.

Diketahui, Rahman melakukan vaksinasi karena berencana untuk pergi ke Sulawesi Utara dalam rangka mengunjungi Ibu kandungnya yang berada di Kota Manado.

Sebelumnya, Rahman juga telah mendatangi posko vaksinasi yang di lakukan di Stadion Bulotalangi, Kabupaten Bone Bolango. Namun pada saat itu, dirinya ditolak oleh dokter dikarenakan memiliki penyakit bawaan yakni kekurangan Kalium.

” Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, untuk bertanggung jawab atas kejadian ini. Terutama tanggung jawab kepada anak-anaknya yang masih kecil. Kami juga meminta pihak dokter yang melakukan vaksinasi pada saat itu di proses,” Ungkap Jamal Cornelis (Ayah Mertua Rahman Ismail).

Sementara itu, Kadis Kesehatan Bone Bolango, Meyrin Kadir, mengatakan bahwa sebelumnya diketahui bahwa pasien KIPI tersebut pernah ditolak melakukan vaksinasi di Lapangan Gorr Desa Bulotalangi, dengan analisa akibat pasien diduga mengidap penyakit Hipokalemia (kekurangan kalium) yang dapat menyebabkan sesak napas, mati rasa atau kesemutan dan bisa menyebabkan gangguan irama jantung (Aritmia).

Dan Tim Satgas Covid-19 Bone Bolango telah melakukan kunjungan dan edukasi kepada keluarga korban sebelum dilakukan pemakaman, mengantisipasi adanya berita negatif terhadap adanya pasien KIPI pasca dilakukan vaksinasi Covid-19.

Penulis: Jhojo
Editor : Fadli
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Akses berita Faktanews.com dengan cepat di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vae1Mtp5q08VoGyN1a2S. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Example 300x300
Example 120x600