Faktanews.com, Pohuwato– Kehadiran Indomaret/Alfamart di wilayah Kabupaten Pohuwato terus menjadi pro dan kontra dikalangan masyarakat. Tak tanggung-tanggung, sejumlah organisasi di Pohuwato pun melakukan demonstrasi sebagai bentuk sikap untuk menolak kehadiran dua ritel raksasa tersebut.
Ditengah polemik itu, muncul sebuah solusi yaitu BUMDes Mart yang disebut sebagai jalan tengah pro dan kontra masuknya Indomaret/Alfamart di Pohuwato.
Solusi itu muncul dari Bakran Kolosoi, Tenaga Ahli Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonsia (PDTT RI) Kabupaten Pohuwato.
Bakran mengatakan, prioritas pengguna dana desa mendorong tumbuh kembangnya perekonomian di Desa melalui pembentukan revitalisai keberadaan BUMDes atau BUMDes bersama.
“Saat ini telah terbit PP 11 tahun 2020 tentang BUMDes dan BUMDes bersama sebagai solusi usaha desa dalam peningkatan PADesa (pendapatan asli desa),” kata Bakran dalam keterangan tertulisnya yang diterima Faktanews.com, 26 Oktober 2021.
Lebih lanjut, BUMDes Mart bersama didirikan melalui konsensus bersama Pemerintah Desa yang berada di satu wilayah Kecamatan dengan investasi pendanaan bersama yang diperkuat dengan Peraturan Bersama Kepala Desa (Permakades) yang difasilitasi oleh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD).
Setelah itu BUMDes Mart akan dikelola dengan metode manajemen secara profesional dengan sistem yang modern sama seperti manajemen Indomart dan Alfamart.
“BUMDes Mart adalah konsep Desa membangun yang menjadikan Desa sebagai subjek pembangunan ekonomi dari desa untuk masyarakat desa,” tandasnya.
Penulis: Surdin











