Faktanews.com, Gorontalo – Fraksi Golkar DPRD Provinsi menduga Pj Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer, dengan sengaja membatalkan proyek Rumah Sakit (RS) Ainun Habibie yang dibiayai dan PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).
Thomas Mopili, anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Gorontalo, mengatakan Fraksi Golkar merasa dikagetkan dengan surat pembatalan beberapa pekerjaan yang dibiayai dana PEN.
” Kami baru tahu malam hari ini ketika ditembuskan oleh salah satu anggota fraksi Golkar dari komisi VI,” Tuturnya pada Minggu (25/09/22).
Menurut Thomas, selaku ketua komisi lll DPRD Provinsi Gorontalo hal ini dinilai sangat merugikan daerah karena sudah membuang anggaran cukup besar untuk melakukan konsultasi dengan pihak terkait.
” Yang perlu dipahami pembangunan Rumah Sakit Ainun Habibie sendiri sudah dinanti-nantikan oleh seluruh masyarakat Gorontalo,” Ketus Thomas.
” Bayangkan aspirasi tersebut disahuti oleh pak Rusli Habibie sejak tahun 2019, beliau melakukan lobi-lobi untuk memenuhi keinginan rakyat agar kita di Provinsi Gorontalo memiliki sebuah rumah sakit representatif dengan menempati status tipe C ke B,” Lanjut Thomas.
Thomas mengungkapkan, Rumah Sakit tipe C saja daerah bisa meraup PAD (Pendapatan Asli Daerah) kurang lebih 83 Miliar dengan peralatan seadanya.
” Bagaimana dengan digelontorkan 150 miliar fasilitas gedungnya, lalu kemudian alkes (Alat Kesehatan) nya, sudah kita bayangkan pelayanannya kepada masyarakat termasuk anggota DPRD yang nantinya kalau sakit tidak perlu keluar daerah melainkan akan dimasukan ke Rumah Sakit Ainun Habibie itu sendiri,” Ucap Thomas dengan kecewa.
Sebagai wakil rakyat, Thomas merasa kecewa membaca surat bahwa Pj Gubernur mengirim surat pembatalan ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Dan secara bersamaan ada surat dari PT SMI dengan tanggal yang sama pada 19 september 2022 meminta untuk segera menyelesaikan proses pengadaan.
” Dimana letak dan alasan Pj Gubernur. Kalau persoalan waktu PT SMI juga sudah memperhitungkan waktu. Karena persoalan anggaran dan pekerjaan 2 hal yang berbeda. Saya sudah sampaikan pada saat rapat internal tadi antara kredit pembantuan dan pekerjaan itu berbeda,” Tuturnya.
Thomas menduga Pj Gubernur Gorontalo dengan sengaja membatalkan proyek yang menggunakan dana PEN tersebut.
” Dugaan saya dengan sengaja membatalkan proyek ini,” Pungkasnya.
” Kami Fraksi Golkar akan mengundang gubernur dan meminta klarifikasi nya terkait persoalan ini,” Tambahnya.
Sementara itu Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer, menegaskan program yang dicanangkan oleh pemerintahan NKRI Rusli Habibie dan Idris Rahim akan didukung.
Hal itu utarakan Hamka usai kegiatan Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo dalam rangka pembicaraan tingkat terhadap Ranperda tentang APBD Provinsi Gorontalo tahun anggaran 2023. Senin, (26/09/22).
Kepada Faktanews.com Pj Gubernur mengatakan semua program pak Rusli Habibie dan Idris Rahim kita dukung semua tanpa intervensi dari manapun.
” Saya bukan orang partai politik yang bukan memiliki kepentingan untuk menghalang halangi, apalagi menghambat,” Tegas Hamka.
Hamka menjelaskan, persoalan Rumah Sakit Ainun Habibie sudah berjalan bahkan sudah ada pemenangnya. Hanya saja kata Hamka, ada persoalan-persoalan teknis.
” Ini sudah jalan sebelum saya menjabat sebagai Penjabat. Kalau tidak salah dari bulan Mei dan sudah ada pemenangnya,” Ujarnya.
Ada dua hal kata Hendra yang pertama persoalan jaminan, kemudian kedua adalah soal waktu yang terlalu pendek yaitu tinggal 6 bulan.
” Dimana-mana kalau pekerjaan fisik harusnya paling efektif itu adalah 8 bulan. Sehingga agak baik dari kualitas pekerjaannya dan juga berkualitas administrasi. Maka kami sudah menyurati ke pihak SMI, meminta untuk ini (proyek) multiyear, agar pekerjaan ini tidak diselesaikan di tahun ini,” Tukasnya.
Penulis: Fai











