Faktanews.com, Pohuwato – Kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) XI Kabupaten Pohuwato bukan sekadar ajang lomba keagamaan. Pembukaan yang berlangsung di Gedung Panua ini menjadi simbol sinergi antar elemen pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai religius dan toleransi.
Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, yang secara resmi membuka acara, menekankan bahwa STQH dapat memperkokoh budaya lokal yang religius dan mendorong generasi muda memahami Islam sebagai ajaran yang penuh rahmat dan keseimbangan.
“STQH ini bukan hanya untuk melahirkan qari dan qariah terbaik, tapi juga sebagai upaya memperkuat moderasi beragama dan mempererat persatuan di tengah keberagaman,” ujarnya.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh LPTQ Kabupaten Pohuwato ini dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda, Kemenag, MUI, OPD, serta tokoh masyarakat dan majelis taklim. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan semangat gotong royong dalam membina kehidupan beragama yang harmonis.
“Ini adalah momentum yang menunjukkan bahwa pembangunan daerah bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga pembangunan jiwa dan karakter masyarakat,” tambah Beni.
STQH XI diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengarusutamakan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial tanpa mengabaikan pentingnya toleransi dan kebhinekaan.
![]()











