Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example floating
Example floating
Advertorial

Listrik Masuk, Cahaya Keadilan Tangga Barito dan sosok Aleg Abd. Rahman Genti

×

Listrik Masuk, Cahaya Keadilan Tangga Barito dan sosok Aleg Abd. Rahman Genti

Sebarkan artikel ini

Faktanews, Boalemo – Keberhasilan pemasangan jaringan listrik sepanjang 20 kilometer di Dusun Moliulo, Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi, bertepatan dengan HUT ke-26 Kabupaten Boalemo, adalah kabar sukacita yang harus diapresiasi. Anggota DPRD Boalemo, Abdul Rahman Genti, layak mendapat ucapan terima kasih karena telah memastikan aspirasi listrik yang tertunda sejak 2003 ini terealisasi.

Namun, di balik narasi formal ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi, dan Rusli Habibie, tersembunyi sebuah kisah pengorbanan personal yang sesungguhnya menjadi fondasi utama kesuksesan proyek vital ini.

Inilah yang sesungguhnya menjadi representasi otentik pengabdian seorang wakil rakyat yang patut diangkat sebagai teladan, sekaligus tamparan halus bagi birokrasi yang lamban.

Pemasangan tiang listrik dan penarikan kabel ke wilayah terpencil Dusun Moliulo bukanlah perkara mudah. Tantangan terbesarnya adalah ketiadaan akses jalan yang memadai untuk mengangkut material berat, sebuah ironi yang telah lama dikeluhkan masyarakat sebagai potret ketimpangan pembangunan di Boalemo.

Di sinilah peran nyata Abdul Rahman Genti mengukir apresiasi dari masyarakat. Berdasarkan pengakuan publik dan kesaksian warga, Genti tidak menunggu alokasi anggaran infrastruktur yang sering kali terjerat birokrasi dan kepentingan politik. Ia mengambil langkah drastis yang melampaui tugas legislatifnya: mengorbankan dana pribadinya untuk membuka akses jalur jalan sementara.

Dana personal itu digelontorkan untuk menyewa alat berat dan pekerja demi membersihkan dan meratakan jalur darurat. Akses ini menjadi urat nadi utama yang memungkinkan truk-truk logistik membawa tiang-tiang listrik masuk ke titik-titik pemasangan. Tanpa inisiatif dan pengorbanan finansial dari Genti, pembangunan jaringan listrik 20 kilometer yang dipuji sebagai ‘hadiah HUT’ itu kemungkinan besar akan kembali tertunda, terhambat di meja perencanaan karena alasan teknis aksesibilitas.

Apresiasi masyarakat kepada Abdul Rahman Genti sesungguhnya bermuara pada satu poin: ia mewujudkan keadilan sosial dasar melalui tindakan nyata, bahkan dengan menalangi biaya yang seharusnya ditanggung oleh APBD.

Kehadiran listrik kini membuka peluang pendidikan dan ekonomi bagi ribuan warga Moliulo, mengakhiri 20 tahun kegelapan. Namun, kisah pengorbanan dana pribadi untuk membuka jalan tiang listrik ini harus dijadikan cermin bagi para pemangku kebijakan di Boalemo.

Jika seorang anggota dewan harus turun tangan dan menggunakan dana pribadinya untuk mengatasi hambatan logistik dasar demi proyek publik, ini mengindikasikan adanya kelemahan struktural dan diskoneksi antara perencanaan anggaran daerah (APBD) dengan kebutuhan riil masyarakat terpencil.

Apresiasi kepada Genti adalah penegasan bahwa kepemimpinan yang berintegritas dan berpihak tidak hanya diukur dari pidato di forum, tetapi dari tindakan solutif yang berani memangkas rantai birokrasi.

Kini, tugas yang tersisa dan menjadi PR besar bagi seluruh jajaran Pemda Boalemo, sebagaimana diakui Genti sendiri, adalah memperjuangkan akses jalan permanen agar keadilan pembangunan tidak hanya berhenti pada cahaya listrik, tetapi juga pada akses mobilitas yang layak dan merata.

Loading

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Akses berita Faktanews.com dengan cepat di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vae1Mtp5q08VoGyN1a2S. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Example 300x300
Example 120x600