FAKTANEWS.COM – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Dedy Hamzah, melaksanakan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat, Selasa (10/2/2026), bertempat di Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Paguyaman, Kabupaten Boalemo.
Kegiatan reses berlangsung melalui dialog langsung bersama pengurus koperasi dan perwakilan petani tebu. Rombongan diterima Ketua KPTR Mitra Bangkit Paguyaman yang menyampaikan sejumlah persoalan penting terkait keberlangsungan usaha tani tebu rakyat.
Petani menyoroti dinamika penetapan harga tebu yang kerap tidak sesuai harapan. Pada akhir musim giling 2025, harga tebu ditetapkan Rp660.000 per ton, naik dari sebelumnya Rp540.000 per ton, namun petani tetap menuntut kepastian harga jangka panjang yang adil, seiring biaya produksi dan kepastian pasar.
Dedy Hamzah menegaskan pentingnya stabilitas harga tebu, mengingat Gorontalo termasuk salah satu dari 12 provinsi sentra tebu di Indonesia. Ia juga menyampaikan komitmennya untuk memfasilitasi komunikasi antara petani dan pihak pabrik gula, serta mendorong perbaikan tata niaga tebu yang lebih adil dan berpihak pada petani.
Forum reses ini menjadi wadah strategis bagi petani untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sekaligus memperkuat peran DPRD Provinsi Gorontalo dalam memastikan kesejahteraan para petani tebu di Kabupaten Boalemo.
![]()











