Faktanews.com, Boalemo – Pembangunan jembatan gantung penghubung dua desa di kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo mangkrak. Terlihat di lapangan, pekerjaan jembatan gantung yang menjadi akses utama warga tersebut hanya pondasi dan tiang jembatan yang dibangun.
Dari pengakuan warga setempat, di Dusun Labiya, Desa Dulupi, pekerjaan jembatan gantung itu sudah berbulan-bulan terhenti.
” So lama ini ta berenti pak, so berbulan-bulan cuman bagitu,” Ungkap salah satu warga sekitar lokasi jembatan, pada Kamis (1/6/2023).
Padahal, pembangunannya diharapkan warga karena jembatan tersebut jadi akses utama warga untuk beraktivitas. Parahnyan, hingga saat ini anak-anak sekolah yang sering tidak masuk sekolah dikala musim penghujan dikarenakan tidak adanya akses jalan alternatif selain menyebrang sungai.
” Waktu masih pekerjaan masih ada jembatan, cuman banjir so bawa. Kalo sekarang, kalo banjir tidak ada yang mo skolah,” Lanjutnya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Boalemo, Husin Akisa, melalui PPTK, Ridawan Nurkamiden, mengungkapkan bahwa anggaran pekerjaan tersebut hanya cukup untuk bangun bawah jembatan gantung.
” Pertama dari segi anggaran, memang cuman cukup untuk bangunan bawah. Menunggu untuk anggaran tahap dua ini, ternyata tidak keluar,” Jelasnya.
Ditanya soal perencanaan pekerjaan jembatan yang terkesan dipaksakan itu, Ridwan mengungkapkan bahwa pekerjaan jembatan gantung itu masuk aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boalemo.
” Itu masuk aspirasi. Makanya mau di anggarkan lagi, tapi tahun ini tidak ada,” Tukasnya.
Diketahui, pekerjaan jembatan gantung tersebut menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2022 di Dinas PU Kabupaten Boalemo. Pekerjaan dimulai pada bulan Juli tahun 2022 dengan nilai anggaran Rp 173,870,000 juta.











