Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example floating
Example floating
Politik

Peringati Hari Patriotik, PDI Perjuangan Pohuwato Serukan Perjuangan untuk Rakyat

×

Peringati Hari Patriotik, PDI Perjuangan Pohuwato Serukan Perjuangan untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini

Fakta NewsPohuwato. Peringatan Hari Patriotik 23 Januari dimaknai secara tegas dan ideologis oleh Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Pohuwato, Darwin Situngkir.

Momentum historis ini, menurutnya, bukan sekadar mengenang perlawanan masa lalu, melainkan panggilan ideologis untuk melanjutkan perjuangan rakyat di tengah tantangan ketimpangan dan ketidakadilan hari ini.

Darwin menegaskan bahwa Hari Patriotik adalah simbol perlawanan rakyat terhadap kekuasaan yang menindas. Nilai itu, kata dia, sejalan dengan garis perjuangan PDI Perjuangan sebagai partai ideologis yang lahir dari rahim perlawanan wong cilik.

“Patriotisme bukan seremoni. Patriotisme adalah sikap politik. PDI Perjuangan berdiri tegak sebagai alat perjuangan rakyat Pohuwato untuk melawan ketidakadilan struktural,” tegas Darwin, Kamis (23/1).

Ia menyebut, di tengah berbagai persoalan daerah yang dimulai dari ketimpangan ekonomi, persoalan agraria, hingga ancaman kerusakan lingkungan

PDI Perjuangan Pohuwato memilih posisi politik yang jelas berpihak pada rakyat kecil, bukan pada kepentingan modal dan elit semata.

Darwin menekankan bahwa kader PDI Perjuangan tidak boleh netral dalam situasi ketidakadilan. Netralitas, menurutnya, justru merupakan bentuk pembiaran terhadap penindasan yang dialami masyarakat.

“Dalam politik, diam berarti berpihak pada yang kuat. Karena itu, PDI Perjuangan Pohuwato memilih berpihak pada petani, nelayan, buruh, dan masyarakat adat yang hak-haknya sering terpinggirkan,” ujarnya.

Lebih jauh, Darwin menyatakan bahwa ideologi Pancasila dan ajaran Bung Karno tentang Trisakti yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan harus menjadi landasan kebijakan pembangunan di Pohuwato.

Ia juga mengingatkan para pemangku kekuasaan agar tidak memutus pembangunan dari akar sejarah perjuangan daerah.

“Pembangunan tanpa keberpihakan adalah pengkhianatan terhadap semangat Hari Patriotik. Pohuwato tidak boleh dibangun dengan logika eksploitatif, tetapi dengan keadilan sosial,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Darwin menegaskan komitmen PDI Perjuangan Pohuwato untuk terus mengawal kebijakan publik, memperkuat kontrol ideologis kader, serta memastikan suara rakyat tidak dikalahkan oleh kepentingan oligarki.

“Hari Patriotik 23 Januari adalah pengingat bahwa kekuasaan sejati ada di tangan rakyat. Dan PDI Perjuangan Pohuwato akan tetap berdiri di barisan rakyat,” pungkas Darwin.

Peringatan Hari Patriotik 23 Januari sendiri merupakan tonggak sejarah perlawanan rakyat Gorontalo yang hingga kini menjadi simbol keberanian kolektif melawan ketidakadilan dan penindasan.

Loading

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Akses berita Faktanews.com dengan cepat di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vae1Mtp5q08VoGyN1a2S. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Example 300x300
Example 120x600