Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example floating
Example floating
Example 300x300
HeadlineHukum & Kriminal

Pasutri Asal Boltim Laporkan Dugaan Penipuan Mobil Pick-Up, Berujung Kecelakaan dan Stigma Penadah

×

Pasutri Asal Boltim Laporkan Dugaan Penipuan Mobil Pick-Up, Berujung Kecelakaan dan Stigma Penadah

Sebarkan artikel ini

FAKTA NEWSGORONTALO. Niat pasangan suami istri asal Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk membeli satu unit mobil pick-up di Gorontalo justru berujung petaka. Selain mengaku menjadi korban dugaan penipuan dalam transaksi jual beli kendaraan, keduanya juga mengalami kecelakaan lalu lintas setelah sempat dituding sebagai pelaku pencurian kendaraan.

Peristiwa tersebut dilaporkan secara resmi oleh Rafly Lineleyan bersama istrinya, Charnia Mewengkang, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Gorontalo Kota, Selasa (25/6/2026).

Example 1080x1350

Kepada wartawan usai membuat laporan, Rafly mengisahkan bahwa dirinya bersama sang istri datang dari Boltim ke Gorontalo setelah mendapatkan informasi mengenai penjualan satu unit mobil pick-up yang ditawarkan oleh seseorang.

Namun setibanya di Gorontalo, proses transaksi yang semula berjalan lancar mulai menimbulkan kecurigaan. Penjual disebut beberapa kali sulit dihubungi dan baru muncul setelah pasangan tersebut berencana membatalkan pembelian dan kembali ke kampung halaman.

“Saat kami hendak pulang karena merasa tidak ada kepastian, tiba-tiba ada telepon dari nomor baru. Penjual mengatakan bahwa unit sudah tersedia dan mempertanyakan keseriusan kami. Padahal kami datang membawa uang tunai dan kendaraan pribadi khusus untuk membeli mobil tersebut,” ungkap Rafly.

Setelah bertemu, Rafly mengaku sempat melakukan pengecekan dan uji coba kendaraan. Merasa cocok dengan kondisi mobil, ia kemudian menarik uang tunai sebesar Rp54,6 juta dari bank untuk menyelesaikan transaksi.

Namun situasi berubah ketika penjual meminta kembali kunci kendaraan dengan alasan hendak mengambil sesuatu di dalam mobil. Tak lama kemudian, penjual disebut berusaha meninggalkan lokasi secara tergesa-gesa.

Merasa ada indikasi penipuan, Rafly mengaku menahan rekan penjual yang berada di lokasi sebagai bentuk antisipasi sebelum melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi terdekat.

“Saya mulai curiga karena gerak-geriknya seperti ingin melarikan diri. Karena kunci kendaraan sudah kembali dipegang mereka, saya takut menjadi korban penipuan sehingga rekan penjual saya tahan untuk dibawa melapor ke polisi,” jelasnya.

Dalam perjalanan mencari kantor polisi, rekan penjual yang berada dalam kendaraan disebut melompat keluar dari mobil. Sementara Rafly mengaku tetap membawa kendaraan pick-up tersebut karena merasa transaksi telah dilakukan dan pembayaran sudah diserahkan kepada penjual.

Tidak lama kemudian, pasangan suami istri itu mengaku dihentikan oleh seseorang yang disebut sebagai oknum anggota TNI Angkatan Laut yang menuding kendaraan yang mereka bawa merupakan hasil curian.

Menurut Rafly, setelah menunjukkan bukti transaksi dan dokumentasi pembelian, mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju Boltim.

Namun persoalan belum berakhir. Saat memasuki wilayah Desa Tongo, kendaraan yang dikemudikan Charnia kembali dihentikan oleh dua orang yang disebut sebagai anggota kepolisian.

Rafly menuturkan, istrinya sempat menghentikan kendaraan dan membuka jendela untuk berkomunikasi dengan petugas. Namun karena panik dan ketakutan setelah kendaraan dipukul dari luar, istrinya kembali menjalankan mobil tersebut.

“Ketika itu saya melihat langsung salah satu anggota polisi naik ke bak belakang mobil. Kemudian terdengar teriakan bahwa kendaraan tersebut merupakan mobil curian. Akibatnya warga yang berada di sekitar lokasi ikut mengejar dan melempari kendaraan dengan batu,” katanya.

Situasi yang semakin mencekam membuat Charnia kehilangan konsentrasi saat mengemudi. Sesampainya di kawasan jembatan Huwabanga, kendaraan yang dikemudikannya oleng dan akhirnya menabrak pembatas beton.

“Mobil hilang kendali saat melewati turunan jembatan. Istri saya panik karena terus dikejar dan diteriaki pencuri hingga akhirnya mengalami kecelakaan,” ujar Rafly.

Akibat insiden tersebut, Charnia mengalami luka dan benturan pada bagian wajah serta harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Rafly mengaku kecewa karena tidak mendapatkan bantuan yang memadai sesaat setelah kecelakaan terjadi. Menurutnya, keberadaan aparat di lokasi seharusnya dapat memberikan perlindungan dan memastikan keselamatan pihak-pihak yang terlibat.

Pasangan tersebut juga membantah keras tudingan bahwa mereka merupakan penadah atau pelaku pencurian kendaraan bermotor.

“Kami datang dari Boltim menggunakan mobil pribadi Honda HR-V untuk membeli mobil pick-up. Tidak masuk akal jika kami datang sejauh itu dengan kendaraan pribadi untuk melakukan pencurian,” tegas Rafly.

Pernyataan serupa disampaikan Elena, salah satu anggota keluarga korban yang turut mendampingi pelaporan di Polresta Gorontalo Kota. Menurutnya, keluarga merasa dirugikan oleh narasi yang berkembang di media sosial yang menyebut Rafly dan Charnia sebagai penadah kendaraan curian.

“Kami datang untuk meluruskan informasi yang beredar. Mereka datang sebagai pembeli, bukan pencuri atau penadah. Karena itu kami meminta aparat mengusut tuntas perkara ini agar fakta sebenarnya terungkap,” ujarnya.

Rafly juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga memperoleh informasi mengenai terduga pelaku penipuan berinisial EN yang disebut-sebut pernah dilaporkan dalam kasus serupa.

Karena itu, ia berharap kepolisian dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan penipuan yang dialaminya, sekaligus memberikan kepastian hukum atas berbagai peristiwa yang terjadi setelah transaksi berlangsung.

“Kami hanya meminta keadilan. Penipu harus ditangkap dan kasus ini harus diusut sampai tuntas agar tidak ada korban lainnya. Istri saya mengalami luka akibat kejadian ini dan kami berharap ada perhatian terhadap perlakuan yang kami alami,” pungkas Rafly.

Loading

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Akses berita Faktanews.com dengan cepat di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vae1Mtp5q08VoGyN1a2S. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Example 1080x1350
Example 120x600