Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example floating
Example floating
Advertorial

11 Tahun Festival Apangi Dembe I, Tradisi 10 Muharram yang Menjaga Warisan Budaya dan Semangat Kebersamaan

×

11 Tahun Festival Apangi Dembe I, Tradisi 10 Muharram yang Menjaga Warisan Budaya dan Semangat Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

Faktanews.com, Gorontalo – Festival Apangi di Kelurahan Dembe I kembali menjadi bukti kuat bahwa tradisi dan budaya lokal tetap hidup berkat semangat kebersamaan masyarakat. Memasuki penyelenggaraan yang ke-11, festival yang digelar setiap 10 Muharram ini terus mempertahankan eksistensinya sebagai warisan budaya sekaligus simbol gotong royong warga.

Berawal dari tradisi masyarakat dalam menyambut 10 Muharram, Festival Apangi berkembang menjadi agenda budaya yang selalu dinantikan. Kue Apangi yang menjadi sajian utama tidak hanya dikenal sebagai kuliner khas Gorontalo, tetapi juga menjadi identitas masyarakat Dembe I yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Example 300x300

Seiring perkembangan zaman, masyarakat terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai tradisi. Jika sebelumnya Apangi hanya berwarna putih, kini hadir dalam berbagai warna menarik dengan cita rasa khas yang tetap dipertahankan.

Perjalanan festival ini juga penuh cerita ketangguhan. Saat pandemi COVID-19 melanda, tradisi tetap dilaksanakan dengan menyesuaikan protokol kesehatan. Bahkan ketika banjir menerjang Dembe I pada 2022, masyarakat tidak menghentikan festival. Para pemuda bergotong royong mengantarkan kue Apangi ke rumah-rumah warga terdampak sehingga semangat berbagi tetap terpelihara.

Keunikan Festival Apangi juga terlihat dari proses penyelenggaraannya yang sepenuhnya mengandalkan partisipasi masyarakat. Tanpa kepanitiaan resmi, warga bergotong royong membagi peran. Kaum ibu menyiapkan dan memasak ribuan Apangi, ketua RT dan RW mengoordinasikan kegiatan, sementara para pemuda bertugas mengatur lalu lintas, menjaga keamanan, dan memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Gorontalo turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan festival sebagai bentuk komitmen melestarikan budaya lokal. Salah satunya melalui penyelenggaraan pasar murah yang membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok untuk pembuatan Apangi dengan harga lebih terjangkau.

Festival Apangi juga memiliki filosofi yang terus dijaga, yakni “Monga, Moduhengo, Boli Modelo”, yang bermakna bisa makan di tempat, boleh menambah, dan boleh membawa pulang. Nilai tersebut mencerminkan keramahan masyarakat Dembe I yang membuka pintu bagi siapa saja untuk menikmati Apangi tanpa dipungut biaya, tanpa membedakan asal maupun latar belakang.

Dengan semangat gotong royong yang terus terpelihara, Festival Apangi kini tidak sekadar menjadi tradisi masyarakat Dembe I, tetapi telah berkembang sebagai salah satu ikon budaya Kota Gorontalo yang memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang terus lestari.

Loading

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Akses berita Faktanews.com dengan cepat di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vae1Mtp5q08VoGyN1a2S. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Example 120x600