Faktanews.com, Gorontalo – Transformasi yang dilakukan di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien.
Berbagai pembenahan yang digagas Pemerintah Kota Gorontalo di bawah kepemimpinan Adhan Dambea dan Indra Gobel kini membuat alur layanan di rumah sakit menjadi lebih tertib, cepat, dan terintegrasi.
Salah satu perubahan signifikan terlihat pada penerapan sistem antrean online yang mampu mengurangi penumpukan pasien di loket pendaftaran. Selain itu, integrasi sistem klaim dengan BPJS Kesehatan turut mempercepat proses administrasi layanan.
Tak hanya itu, penerapan E-SEP berbasis biometrik semakin memperkuat validasi data peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga pelayanan menjadi lebih akurat dan efisien.
Direktur RSAS, Abdulhafidz Daud, menyampaikan bahwa upaya integrasi sistem ini menjadi salah satu faktor utama peningkatan kualitas layanan.
“Alhamdulillah, komitmen dalam integrasi sistem membawa dampak positif bagi pelayanan dan mendapat apresiasi,” ujarnya.
Selain digitalisasi, pembenahan juga dilakukan pada sarana dan prasarana, mulai dari ruang IGD, ruang rawat inap, ruang tunggu pasien, hingga fasilitas penunjang seperti pendingin ruangan, toilet, dan kebersihan lingkungan.
Langkah ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang tidak hanya fokus pada administrasi, tetapi juga kenyamanan dan kebutuhan pasien.
Atas berbagai upaya tersebut, RSUD Aloei Saboe berhasil keluar dari kondisi defisit dan meraih penghargaan dari BPJS Kesehatan sebagai fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) yang berkomitmen dalam pengembangan layanan digital.
Capaian ini menjadi bagian dari peningkatan kinerja Pemerintah Kota Gorontalo, yang dalam satu tahun terakhir telah mengoleksi 24 penghargaan di berbagai sektor.
Dengan transformasi yang terus berjalan, RSAS diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas bagi masyarakat.
![]()











