FAKTA NEWS – AMBON. Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, suasana persaudaraan orang basudara kembali terasa hangat di Kota Ambon. Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku menyerahkan satu ekor sapi kurban kepada pengurus Masjid Raya Al-Fatah, Selasa (26/5/2026). Penyerahan tersebut menjadi simbol kuat bahwa nilai kasih, toleransi, dan persaudaraan lintas iman tetap hidup dan terjaga di bumi Maluku.
Kegiatan yang berlangsung di pelataran Masjid Raya Al-Fatah itu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan cerminan nyata budaya hidup orang basudara yang diwariskan leluhur Maluku. Di tengah berbagai tantangan sosial dan isu perpecahan yang kerap muncul di berbagai daerah, umat Kristen dan Muslim di Ambon kembali menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk saling mengasihi dan menjaga kedamaian bersama.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I MPH Sinode GPM Pdt. R.A. Rikumahu, Anggota MPH Sinode GPM Pnt. Phil Latumeirissa, Ketua DPRD Provinsi Maluku sekaligus Ketua PHBG Sinode GPM Benhur George Watubun, serta Ketua Yayasan Masjid Raya Al-Fatah Ustadz Drs. H. Hadi Basalamah bersama jajaran yayasan dan tokoh masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Pdt. R.A. Rikumahu menegaskan bahwa makna penyerahan hewan kurban tidak diukur dari besar kecilnya bantuan, tetapi dari ketulusan hati untuk menjaga tali persaudaraan antarumat beragama. Menurutnya, Idul Adha mengajarkan nilai pengorbanan, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama manusia tanpa melihat perbedaan agama maupun latar belakang.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk terus menjaga semangat pela gandong dan hidup orang basudara sebagai fondasi utama membangun daerah yang damai dan rukun. “Katong samua basudara bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi cara hidup masyarakat Maluku,” ujarnya.
Sementara itu, Ustadz Hadi Basalamah menyampaikan apresiasi atas perhatian yang terus diberikan Sinode GPM setiap menjelang Idul Adha. Ia menilai tradisi penyerahan hewan kurban tersebut telah menjadi simbol persaudaraan sejati antar umat beragama di Ambon dan menjadi pesan moral penting bagi generasi muda bahwa agama sejatinya mengajarkan cinta kasih, perdamaian, dan penghormatan terhadap sesama manusia.
Pewarta : Erol
![]()













