Faktanews.com, Pohuwato – Keluhan soal jalan rusak, jembatan roboh, hingga perlindungan terhadap komoditas durian lokal mencuat dalam agenda reses Wakil Ketua I , , di , , Rabu (04/02).
Di hadapan warga, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pembangunan infrastruktur dan menjaga identitas produk lokal meski daerah tengah dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran.
Dalam pertemuan tersebut, persoalan infrastruktur jalan, jembatan, dan penguatan sektor pertanian menjadi aspirasi utama masyarakat. Menurutnya, meskipun kondisi fiskal daerah sedang terbatas, masih ada harapan dari perubahan kebijakan fiskal nasional yang diperkirakan dapat berdampak positif terhadap keuangan daerah pada tahun 2026.
“Masyarakat Taluditi tetap optimis akan ada perubahan fiskal negara. Beberapa kebutuhan mendasar sudah kita usulkan, terutama jalan dan jembatan di PK II yang telah roboh. Insyaallah, perjuangan ini akan kita optimalkan di tahun 2026, karena masih ada anggaran yang sedang dilobi oleh pemerintah daerah bersama DPRD,” ujar .
Ia menjelaskan, sejumlah proyek infrastruktur di mulai berjalan, termasuk pekerjaan jalan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Sawit. Namun, perhatian utama saat ini tertuju pada pembangunan jembatan penghubung antara dan yang hingga kini belum diperbaiki setelah mengalami kerusakan parah pada 2024.
“Jembatan ini akses vital bagi aktivitas pertanian masyarakat. Sejak rusak parah pada 2024 lalu, mobilitas warga sangat terganggu. Ini akan menjadi atensi khusus kami di unsur pimpinan DPRD,” tegasnya.
Selain persoalan infrastruktur, juga menyoroti potensi perkebunan durian di yang semakin dikenal luas. Ia menilai durian Taluditi harus dilindungi agar tidak lagi diklaim sebagai produk daerah lain.
“Durian ini sering diambil alih dan seolah menjadi produk daerah tetangga, padahal ini asli Taluditi. Ke depan, kita akan dorong sertifikasi agar durian Taluditi dipatenkan sebagai produk asli daerah. Ini soal identitas dan kebanggaan masyarakat,” tandas .
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri perwakilan , , , , Camat Taluditi, serta para kepala desa se-.
Menutup kegiatan, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya menunggu alokasi anggaran, tetapi juga aktif melakukan lobi ke pemerintah pusat demi mempercepat pembangunan di Pohuwato.
“Keuletan kita di daerah dalam melobi anggaran pusat sangat menentukan. Kerja keras ini bukan sekadar menunggu, tapi bagaimana membawa anggaran tersebut turun ke Pohuwato demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
![]()











