Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example floating
Example floating
Example 300x300
Nasional

Diguyur Hujan hingga Basah Kuyup, Kehadiran Widya Pratiwi Murad di Tradisi Hadrat Batu Merah Dapat apresiasi

×

Diguyur Hujan hingga Basah Kuyup, Kehadiran Widya Pratiwi Murad di Tradisi Hadrat Batu Merah Dapat apresiasi

Sebarkan artikel ini

FAKTA NEWSAMBON. Kehadiran Widya Pratiwi Murad dalam tradisi Hadrat dalam suasana Idul Adha 1447 Hijriah di Negeri Batu Merah mendapat sambutan hangat dari masyarakat, tokoh pemuda, hingga para tokoh adat setempat.

Meski diguyur hujan deras hingga basah kuyup, Widya tetap bersama warga mengikuti rangkaian tradisi tahunan yang telah menjadi ciri khas masyarakat Batu Merah.

Example 1080x1350

Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, mengungkapkan apresiasi dan rasa hormat atas kehadiran Widya Pratiwi Murad di tengah masyarakat dalam momentum penting tersebut. Menurutnya, kehadiran Widya memiliki makna mendalam bagi warga Negeri Batu Merah.

Ali Hatala mengatakan, masyarakat merasa bangga karena Widya bukan hanya sekedar hadir sebagai wakil rakyat, tetapi ibu Widya juga telah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Batu Merah, khususnya sebagai anggota Majelis Ta’lim Alfisyahrin Negeri Batu Merah.

“Kehadiran Ibu Widya Pratiwi Murad sangat berarti bagi masyarakat Batu Merah. Beliau datang bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi benar-benar menunjukkan kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat,” ungkap Ali Hatala.

Menurutnya, sikap Widya yang rela diguyur hujan hingga basah kuyup demi tetap bersama warga mengikuti tradisi Hadrat menjadi bukti nyata kedekatannya dengan masyarakat , khusunya masyarakat negeri batumerah.

“Walaupun hujan deras, beliau tetap bersama masyarakat mengikuti Hadrat. Itu menunjukkan ketulusan dan rasa cinta kepada masyarakat Batu Merah. Sebagai Raja Negeri, kami memberikan apresiasi yang besar kepada Ibu Widya Pratiwi Murad,” tegasnya.

Masyarakat dan para tokoh pemuda juga menilai kehadiran Widya membawa semangat tersendiri dalam pelaksanaan tradisi Hadrat tahun ini. Kebersamaan yang terjalin di tengah hujan deras dinilai semakin memperkuat nilai persaudaraan dan kekeluargaan yang selama ini dijaga masyarakat Negeri Batu Merah.

Tradisi Hadrat sendiri merupakan warisan budaya religius masyarakat Batu Merah yang rutin dilaksanakan setiap tahun usai Salat Idul Adha, sebagai simbol syukur, persatuan, dan kebersamaan masyarakat , dan hadrat hari ini dilakukan secara spontan , Tampa ada panitia , sebab ini menjadi tradisi yang akan terus di lestarikan di negeri batu merah, tutup Ali Hatala

Pewarta : Erol

Loading

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Akses berita Faktanews.com dengan cepat di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vae1Mtp5q08VoGyN1a2S. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Example 1080x1350
Example 120x600