Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example floating
Example floating
Example 300x300
NasionalPendidikan

Pancasila vs Era Digital, Saiful Chaniago Minta Pemuda Lawan Propaganda Medsos

×

Pancasila vs Era Digital, Saiful Chaniago Minta Pemuda Lawan Propaganda Medsos

Sebarkan artikel ini

FAKTA NEWSJAKARTA. Di tengah derasnya arus informasi digital yang kian sulit dibendung, tokoh nasional asal Maluku, Saiful Chaniago, mengingatkan generasi muda agar tidak menjadi korban propaganda media sosial yang berpotensi menggerus nilai-nilai kebangsaan.

Dalam momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Chaniago menegaskan bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini bukan hanya persoalan ekonomi atau politik, tetapi juga perang informasi yang berlangsung setiap detik melalui platform digital.

Example 1080x1350

“Pemuda Indonesia harus berani melawan propaganda media sosial yang menyebarkan kebencian, fitnah, hoaks, dan berbagai narasi yang memecah belah persatuan bangsa. Jangan sampai kita kalah oleh perang opini yang mengancam masa depan Indonesia,” tegas Chaniago.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial telah menghadirkan dua sisi yang berbeda. Di satu sisi membuka ruang kreativitas dan inovasi, namun di sisi lain menjadi sarana penyebaran informasi menyesatkan yang dapat mempengaruhi cara berpikir generasi muda.

Karena itu, Chaniago menilai Pancasila harus kembali ditempatkan sebagai benteng ideologi bangsa dalam menghadapi era digital yang semakin agresif.

“Pancasila bukan sekadar slogan atau hafalan. Pancasila adalah filter moral dan kompas kebangsaan yang harus menjadi pedoman dalam menggunakan teknologi. Tanpa itu, generasi muda akan mudah terseret arus propaganda yang merusak persatuan nasional,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa ancaman terhadap bangsa saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui konten digital yang dirancang untuk memecah belah masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, maupun pilihan politik.

“Musuh bangsa hari ini bisa hadir melalui layar telepon genggam. Karena itu, pemuda harus menjadi garda terdepan literasi digital, mampu membedakan fakta dan manipulasi, serta menjaga ruang digital tetap sehat dan produktif,” katanya.

Chaniago mengajak seluruh generasi muda Indonesia menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat nasionalisme, memperkokoh persatuan, dan membangun kesadaran kolektif bahwa teknologi harus menjadi alat pemersatu bangsa, bukan instrumen perpecahan.

“Jika Pancasila menjadi pegangan, maka teknologi akan membawa Indonesia maju. Tetapi jika nilai-nilai Pancasila diabaikan, ruang digital dapat menjadi ancaman bagi persatuan dan masa depan bangsa,” pungkasnya.

Pewarta: Erol

 

Loading

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Akses berita Faktanews.com dengan cepat di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vae1Mtp5q08VoGyN1a2S. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Example 1080x1350
Example 120x600