Faktanews.com, Pohuwato – Angka Stunting di wilayah Kabupaten Pohuwato dari tahun ke tahun mulai mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Penelitian Dan Pengembangan (Baperlitbang) kabupaten Pohuwato, Irfan Saleh, usai kegiatan proyek perubahan pencegahan stunting melalui pendampingan keluarga beresiko tinggi stunting oleh tenaga sub pembantu pembina keluarga berencana desa (Sub PPKBD) pada daerah lokus stunting di Provinsi Gorontalo, di ruang pola kantor Bupati Pohuwato.
“Alhamdulillah kalau untuk Pohuwato mengalami penurunan, jadi dari 2018 ada di angka 17,82%, dan di 2019 sudah ada di 7,43%, 2020 tinggal 5,53% dan di 2021 angka tadi angka sementara sudah disampaikan ada di 8%,” kata Irfan kepada Faktanews.com, Selasa (14/9/2021).
Tidak menutup kemungkinan, angka 8% tersebut akan menurun hingga akhir tahun 2021 nanti. Ia juga mengatakan, angka penurunan stunting saat ini masih baik, yaitu masih di bawah angka target nasional.
“Kita akan intervensi lagi, karena target nasional 2024 itu stunting harus ada di angka 14%, jadi kita masih dititik aman sih,” ujar Irfan yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato.
Ia menjelaskan, peran sejumlah OPD lainnya dalam menurunkan angka stunting cukup penting. Misalnya dalam pendekatan-pendekatan sensitif oleh Dinas Perkim dalam pemenuhan sanitasi air bersih, Dinas Perikanan dalam hal bantuan ikan segar untuk ibu-ibu hamil, Dinas Pertanian dalam hal bantuan sayur-sayuran dan buah-buahan dan Dinas Kesehatan dalam hal bantuan makanan pendamping ASI.
Tidak hanya itu, ia juga menjelaskan kendala yang sering terjadi dalam upaya penurunan angka stunting di Pohuwato.
“Kalau kendalanya memang salah satunya adalah di evaluasi dan pendampingan, dan ini sudah ada solusinya dari BKKBN dengan adanya pendampingan keluarga maka kita lebih dini bisa memastikan terkait bagaimana pola asuh, bagaimana gizi, bagaimana kondisi kesehatan lingkungan dan lain-lain, itu bisa dipastikan ada terus dan menjadi budaya keluarga,” pungkasnya.
Penulis: Surdin










