Faktanews.com, Boalemo – Sidang perkara dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten Boalemo belum juga selesai, kini pemerintah Kabupaten Boalemo kembali menganggarkan dana hibah tersebut dengan anggaran yang tidak sedikit.
Hal ini kembali memicu pertanyaan di kalangan masyarakat Boalemo terkait dengan anggaran dana hibah tersebut.
Kepada Faktanews.com, Helmy Umar, anggaran yang jumlahnya tidak sedikit itu patut dipertanyakan. Harusnya menurut Helmy, pemerintah harus mempertimbangkan persoalan pengurus KONI Boalemo yang saat ini masih bermasalah dan masih menjalani sidang.
” Ini perlu dipertanyakan, pengurusnya masih menjalani sidang terkait dugaan korupsi dana KONI, kenapa masih saja di anggarkan,” Ungkap Helmy Kamis (3/3/2022).
Lebih lanjut, Helmy mengatakan bahwa dengan dianggarkan dana hibah KONI tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Boalemo sama saja membiarakan potensi dugaan korupsi yang akan terjadi.
” Harusnya pemerintah mengevaluasi KONI dengan dugaan korupsi yang terjadi. Bukan malah mengangarakan kembali. Pengurusnya masih bermasalah, siapa yang akan bertanggungjawab nanti soal dana tersebut,” Ketus Helmy.
” Dari pada anggaran itu rugi, mending diangarakan untuk tambahan pembayaran gaji honor, itu lebih bermanfaat dari pada di anggarkan untuk KONI tapi disalah gunakan. Kami minta ini jadi perhatian aparat penegak hukum, apalagi dana tersebut cukup besar,” Tukasnya.
Penulis: Fadli Thalib
![]()











