Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example floating
Example floating
Advertorial

Nasir Giasi Soroti Penataan UMKM, Banjir, dan Kebutuhan SPBU di Marisa

×

Nasir Giasi Soroti Penataan UMKM, Banjir, dan Kebutuhan SPBU di Marisa

Sebarkan artikel ini

Faktanews.com, Pohuwato – Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Nasir Giasi, menyerap berbagai aspirasi strategis masyarakat saat menggelar reses masa persidangan kedua tahun kedua masa jabatan 2024–2029 di Sekretariat DPD II Partai Golkar Pohuwato, Sabtu malam (7/2/2026).

Reses yang dihadiri ratusan konstituen tersebut berlangsung hangat dan penuh antusias. Dalam dialog bersama warga, Nasir Giasi menegaskan bahwa Marisa ke depan tidak hanya diposisikan sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat ekonomi, jasa, dan aktivitas masyarakat.

“Marisa sudah kita sepakati bersama dalam dokumen RTRW sebagai pusat ibu kota. Artinya, Marisa bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga pusat ekonomi, pusat jasa, dan pusat aktivitas masyarakat,” ujar Nasir Giasi.

Menurutnya, perkembangan Marisa harus diimbangi dengan penataan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan tanpa mengabaikan estetika dan ketertiban kota.

“Pemerintah daerah dan DPRD senantiasa menyiapkan fasilitas dan ruang bagi UMKM, dengan catatan ditata secara baik agar wajah ibu kota tetap tertib dan indah,” tegasnya.

Selain persoalan UMKM, Nasir Giasi juga menyoroti meningkatnya kebutuhan hunian di Marisa, termasuk rumah kos, seiring pertumbuhan wilayah sebagai pusat ibu kota.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa persoalan banjir masih menjadi keluhan masyarakat di sejumlah wilayah. Menurutnya, meskipun pemerintah daerah telah melakukan penanganan dari hulu hingga hilir pada 2025, masih ada beberapa desa yang belum mendapatkan solusi permanen.

“Alhamdulillah, penanganan banjir dari hulu ke hilir sudah dilakukan pemerintah daerah pada tahun 2025. Namun masih ada desa seperti Teratai dan Palopo yang setiap musim hujan belum mendapatkan solusi permanen. Ini menjadi tugas kami di Komisi III,” jelas Nasir Giasi.

Desa yang dimaksud adalah Desa Teratai dan Desa Palopo yang hingga kini masih rawan terdampak banjir saat curah hujan tinggi.

Dalam reses tersebut, warga juga menyampaikan keluhan terkait pelayanan stasiun pengisian bahan bakar umum. Menurut masyarakat, keberadaan satu SPBU di ibu kota kabupaten tidak lagi memadai untuk melayani kebutuhan warga.

Nasir Giasi mengatakan masyarakat di Desa Palopo dan Marisa Selatan mendorong agar SPBU yang berada di Desa Teratai dapat segera dioperasikan.

“Dengan pertumbuhan yang pesat, satu SPBU jelas tidak cukup. Masyarakat mendorong agar SPBU di Desa Teratai, yang berada di pintu gerbang Marisa, bisa segera beroperasi. Ini akan mengurai antrean dan kesemrawutan di SPBU Buntulia,” ungkapnya.

Ia memastikan akan segera mengoordinasikan percepatan operasional SPBU tersebut karena dinilai penting untuk mendukung pelayanan masyarakat dan distribusi energi di ibu kota kabupaten.

Menutup kegiatan, Nasir Giasi menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi warga agar dapat diwujudkan melalui kebijakan dan program nyata di DPRD Kabupaten Pohuwato.

Loading

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Akses berita Faktanews.com dengan cepat di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vae1Mtp5q08VoGyN1a2S. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Example 300x300
Example 120x600