Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example floating
Example floating
Advertorial

Abdullah Kadir Diko Ingatkan Ancaman Krisis Petani, Dorong UMKM dan Pertanian Lokal

×

Abdullah Kadir Diko Ingatkan Ancaman Krisis Petani, Dorong UMKM dan Pertanian Lokal

Sebarkan artikel ini

Faktanews.com, Pohuwato – Ancaman krisis petani dan pangan dalam 10 hingga 15 tahun ke depan menjadi perhatian serius Anggota , , saat menggelar reses masa persidangan kedua tahun kedua masa jabatan 2024–2029, Minggu (08/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di , , itu disambut antusias masyarakat dari daerah pemilihan IV Randangan–Taluditi.

Dalam reses tersebut, turut menghadirkan perwakilan dan Bidang Hortikultura dari agar masyarakat dapat berdialog langsung dengan instansi terkait.

Selain membahas sektor pertanian, juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas pelaku UMKM, khususnya ibu rumah tangga, dalam memasarkan produk melalui media digital.

Menurutnya, tantangan utama pelaku UMKM saat ini bukan lagi pada kualitas produk, melainkan kemampuan memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“Produk UMKM kita sebenarnya bagus, tapi masih banyak ibu-ibu yang belum paham cara menjual lewat media sosial. Karena itu saya datangkan para ahli agar masyarakat bisa belajar dan mengakses pasar digital,” ujarnya.

Di sisi lain, sektor pertanian menjadi isu utama dalam dialog bersama masyarakat. menilai potensi pertanian di Kabupaten Pohuwato sangat besar, terlebih dengan hadirnya program nasional yang saat ini telah memiliki dua dapur di daerah tersebut.

“Kalau dapur MBG ini sudah berproduksi penuh, maka kebutuhan bahan pangan pasti berasal dari hasil pertanian lokal. Ini peluang besar bagi petani kita,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya ancaman berkurangnya jumlah petani dalam satu hingga dua dekade ke depan. Jika kondisi tersebut tidak diantisipasi, maka krisis pangan dapat menjadi ancaman nyata di masa mendatang.

Sementara itu, perwakilan mengakui keterbatasan anggaran daerah memengaruhi pelaksanaan sejumlah program pertanian. Namun, pemerintah masih berupaya mencari dukungan dari pusat, salah satunya melalui program cetak sawah.

Dalam sesi dialog, masyarakat juga menyampaikan berbagai pertanyaan dan keluhan, mulai dari tata cara pengecekan kepesertaan hingga minimnya pendampingan bagi petani saat mengajukan proposal bantuan.

Para petani berharap adanya akses yang lebih mudah serta pendampingan langsung dari agar proposal bantuan yang diajukan dapat tepat sasaran.

Isu perubahan iklim turut menjadi perhatian warga, khususnya mengenai ketepatan musim tanam jagung dan solusi menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi.

Menanggapi hal tersebut, pihak menjelaskan bahwa keberhasilan tanaman jagung sangat dipengaruhi kondisi lahan dan cuaca. Pada musim hujan, kegagalan panen sering kali bukan disebabkan oleh kualitas benih, melainkan karena kondisi tanah yang kurang mendukung.

Menurut penjelasan dinas, salah satu penyebab utama adalah rendahnya pH tanah. Karena itu, petani disarankan menaikkan pH tanah menggunakan kapur dolomit serta menggunakan fungisida untuk mencegah serangan jamur. Jika muncul serangan hama, petani juga diminta lebih dahulu mengenali kondisi lahannya agar penanganan dan pemilihan pupuk dapat disesuaikan.

Menutup kegiatan, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan menindaklanjuti seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses tersebut.

Loading

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Akses berita Faktanews.com dengan cepat di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vae1Mtp5q08VoGyN1a2S. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Example 300x300
Example 120x600