Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example floating
Example floating
Headline

APKPD Desak Polres Pohuwato Lebih Menjaga Wibawa Dan Tidak Terlibat PETI

×

APKPD Desak Polres Pohuwato Lebih Menjaga Wibawa Dan Tidak Terlibat PETI

Sebarkan artikel ini

FAKTA NEWS – POHUWATO. Aliansi Peduli Keadilan dan Pembangunan Daerah (APKPD) Gorontalo mendesak Polres Pohuwato agar tidak berhenti pada penyitaan alat berat maupun penangkapan operator dalam pengungkapan kasus Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Dengilo.

Aparat kepolisian diminta berani mengusut dugaan aktor intelektual, pemodal, hingga pihak-pihak yang diduga mengendalikan peredaran uang dari aktivitas tambang ilegal tersebut.

Example 300x300

Koordinator APKPD Gorontalo, Wahyu Pilobu, menegaskan bahwa penegakan hukum akan kehilangan makna apabila hanya menyentuh pelaku lapangan, sementara pihak-pihak yang diduga mengendalikan aktivitas PETI tetap tidak tersentuh proses hukum.

“Polres Pohuwato jangan hanya berhenti pada penyitaan ekskavator dan penangkapan operator. Publik menunggu keberanian aparat untuk mengungkap siapa yang mengendalikan, siapa yang mengumpulkan uang, dan siapa yang diduga menjadi pemodal di balik aktivitas PETI di Kecamatan Dengilo,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, APKPD memperoleh berbagai informasi dari masyarakat mengenai sosok yang dikenal dengan sebutan IR Team. Berdasarkan informasi tersebut, IR Team diduga berperan mengoordinasikan pengumpulan “atensi” dari aktivitas PETI yang beroperasi di wilayah Kecamatan Dengilo.

Ia menekankan bahwa informasi tersebut harus diuji melalui penyelidikan yang profesional. Apabila ditemukan alat bukti yang cukup, aparat diminta segera menetapkan pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.

“Kalau informasi masyarakat itu benar, maka tidak ada alasan bagi Polres Pohuwato untuk ragu mengusutnya. Siapa pun yang diduga mengumpulkan atensi dari aktivitas PETI harus diperiksa. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan tambang ilegal,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wahyu mengaku menerima informasi dari masyarakat yang menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam memberikan perlindungan terhadap aktivitas PETI. Menurutnya, dugaan tersebut juga harus ditelusuri secara objektif.

“Kami tidak menuduh siapa pun telah bersalah. Namun jika penyidik menemukan bukti adanya oknum anggota Polsek maupun Polres Pohuwato yang bekerja sama atau menerima keuntungan dari aktivitas PETI, maka mereka juga harus diproses sesuai hukum. Penegakan hukum harus berlaku sama kepada semua pihak,” ujarnya.

APKPD juga menyoroti pengungkapan dua unit alat berat yang sebelumnya diamankan Satreskrim Polres Pohuwato. Berdasarkan informasi yang diterima APKPD dari masyarakat, pemilik atau penyewa alat berat tersebut disebut berinisial SS alias Sandi.

Lebih lanjut, menurut informasi yang diterima APKPD dari masyarakat, SS disebut merupakan anak dari seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Pohuwato berinisial IS. Beredar pula dugaan bahwa IS menjadi salah satu pihak yang membiayai atau mendukung aktivitas PETI yang dijalankan anaknya.

Atas informasi tersebut, Wahyu meminta penyidik tidak berhenti pada pemeriksaan operator maupun penyewa alat berat, tetapi juga menelusuri aliran pendanaan, kepemilikan alat berat, hubungan para pihak, serta pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari aktivitas pertambangan ilegal.

“Jika informasi itu tidak benar, tentu penyidikan akan membuktikannya. Namun apabila ditemukan bukti adanya pemodal atau pihak yang turut mengendalikan aktivitas PETI, maka siapa pun orangnya wajib diproses. Jangan ada perlakuan berbeda karena jabatan, kekuasaan, ataupun kedekatan politik,” katanya.

Menurut Wahyu, praktik PETI yang berlangsung dalam waktu lama sulit terjadi apabila tidak didukung oleh jaringan yang terorganisasi. Karena itu, ia meminta Polres Pohuwato mengembangkan penyidikan hingga ke dugaan pengumpul atensi, pemodal, dan pihak lain yang diduga menjadi bagian dari rantai bisnis tambang ilegal.

APKPD menegaskan bahwa masyarakat kini menunggu langkah konkret kepolisian untuk menguji seluruh informasi yang berkembang melalui penyelidikan yang transparan, profesional, dan berbasis alat bukti.

” Keberhasilan penegakan hukum tidak diukur dari banyaknya alat berat yang disita, melainkan dari keberanian aparat mengungkap seluruh pihak yang apabila terbukti terlibat dalam jaringan PETI tanpa pandang bulu.” Tukasnya

Loading

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Akses berita Faktanews.com dengan cepat di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vae1Mtp5q08VoGyN1a2S. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Example 120x600