Faktanews.com – Gorontalo. Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Lingkungan (AMMPL) di depan Polda Gorontalo berujung pada kecaman terhadap Kapolda Gorontalo.
Para demonstran yang terdiri dari kelompok pemuda, mahasiswa, dan masyarakat menuntut agar Kapolda Gorontalo segera menemui mereka untuk mendengarkan tuntutan masa aksi. Diantaranya :
- Meminta Kapolda Gorontalo Untuk Menghentikan Serta Menyita Alat Berat (Excavator) yang beraktivitas di wilayah KM 18.
- Meminta Kapolda Gorontalo untuk mencopot Kapolres Pohuwato dan Kapolsek Popayato Barat karena diduga telah melakukan pembiaran terhadap Aktivitas PETI di KM 18.
- Meminta Kapolda Gorontalo untuk Menangkap dan memberikan tindakan tegas terhadap Mafia Tambang dan Oknum-oknum APH yang terlibat dalam Aktivitas PETI di KM 18.
Namun, hingga aksi berakhir, Kapolda tidak menunjukkan niat untuk bertemu langsung dengan massa yang sudah menunggu selama beberapa jam.
Sikap tersebut menuai kecaman keras dari Moderator Aksi Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Peduli Lingkungan (AMMPL), Wahyu Pilobu, menyebut tindakan Kapolda sebagai bentuk ketakutan terhadap rakyat yang sedang menyuarakan kebenaran.
“Ini adalah tindakan pengecut. Seharusnya Kapolda tidak takut untuk bertemu dan mendengarkan langsung aspirasi rakyat yang merasa dirugikan,” ujarnya pada awak media.
Kemudian, Wahyu menyarankan Kapolda Gorontalo untuk turun dari jabatannya karena dianggap tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayah Pohuwato.
“Dari pada makan gaji buta dari pajak rakyat dan tidak bisa kerja. Lebih baik Kapolda turun dari jabatannya saja” tegasnya.
Wahyu menganggap Kapolda Gorontalo selama ini hanya diam dan bungkam atas apa yang terjadi di Kabupaten Pohuwato khususnya di Kecamatan Popayato Grup.
“Sudah 3 Kali kami AMMPL datang ke Polda Gorontalo dengan membawa isu dan tuntutan yang sama. Tetapi, Sampai dengan detik ini belum ada langkah konkrit yang dilakukan oleh Kapolda Gorontalo. Maka dari itu, Lebih baik Kapolda Turun saja daripada tidak bisa apa-apa” tandasnya. (Basittuda)
![]()











