Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example floating
Example floating
Example 300x300
AdvertorialParlemen

Ridwan Monoarfa: Politik Harus Berpijak pada Iman dan Amal Saleh

×

Ridwan Monoarfa: Politik Harus Berpijak pada Iman dan Amal Saleh

Sebarkan artikel ini

FAKTANEWS.COM – Menyongsong Tahun Baru 2026, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, mengajak seluruh anggota DPRD dan partai politik menjadikan Surat Al-‘Ashr sebagai pijakan moral dalam menjalankan amanah kekuasaan dan tanggung jawab politik.

Ridwan menilai, meski singkat, Surat Al-‘Ashr mengandung peringatan kuat tentang pentingnya waktu, amanah, serta ancaman kerugian bagi manusia apabila kekuasaan tidak digunakan untuk kepentingan rakyat.

Example 1080x1350

Menurutnya, sumpah Allah SWT atas waktu dalam surat tersebut dapat dimaknai sebagai masa jabatan, periode legislasi, serta kepercayaan publik yang terbatas dan tidak dapat diulang.

“Kerugian terbesar dalam politik bukan sekadar kalah dalam pemilu, tetapi ketika mandat rakyat gagal dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat luas,” ujar Ridwan.

Ia menegaskan, terdapat empat nilai utama dalam Surat Al-‘Ashr yang dapat dijadikan dasar etika politik dan kerja legislatif di Gorontalo.

Pertama, iman sebagai pondasi utama dalam berpolitik. Ridwan menyebut iman bukan hanya identitas, melainkan benteng moral agar kekuasaan tidak bergeser menjadi alat transaksi kepentingan pribadi maupun kelompok.

Nilai tersebut, katanya, sejalan dengan falsafah Gorontalo Adati hula-hula’a to syara’, syara’ hula-hula’a to Qur’ani, yang menekankan bahwa pemerintahan harus berpijak pada adat dan nilai-nilai Al-Qur’an.

Kedua, amal saleh yang diterjemahkan melalui kerja nyata dalam fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Menurut Ridwan, amal saleh bagi DPRD tercermin lewat regulasi yang melindungi rakyat kecil, penyusunan anggaran yang adil dan transparan, serta pengawasan yang benar-benar dijalankan, bukan sekadar formalitas.

Ketiga, keberanian menegakkan kebenaran. Ridwan menjelaskan, prinsip tawāṣau bil-ḥaqq menuntut keberanian bersama untuk menyampaikan kebenaran ketika kebijakan menyimpang, anggaran tidak berpihak pada rakyat, atau kekuasaan mulai menjauh dari kepentingan publik.

Keempat, kesabaran sebagai keteguhan dalam perjuangan politik. Ia menegaskan bahwa memperjuangkan kebenaran tidak selalu mudah dan kerap menimbulkan tekanan serta risiko. Namun kesabaran harus dimaknai sebagai konsistensi menjaga nilai, bukan alasan untuk menunda keberpihakan.

Di akhir refleksinya, Ridwan menekankan bahwa Surat Al-‘Ashr memberikan ukuran yang jelas bagi setiap pemegang amanah. Jabatan, kata dia, merupakan ujian waktu, dan hanya dengan iman, kerja nyata, keberanian dalam kebenaran, serta kesabaran, politik dapat terhindar dari kerugian sejarah.

“Jika nilai-nilai ini dijaga, maka politik Gorontalo bukan hanya menang secara elektoral, tetapi juga bermartabat secara moral,” pungkasnya.

Loading

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Akses berita Faktanews.com dengan cepat di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vae1Mtp5q08VoGyN1a2S. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Example 1080x1350
Example 120x600