Faktanews.com, Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera memulai penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pencegahan perilaku LGBT setelah Hari Raya Iduladha 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Adhan saat menghadiri kegiatan silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo bersama masyarakat di Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Adhan, penyusunan regulasi tersebut menjadi salah satu agenda yang akan segera ditindaklanjuti pemerintah daerah setelah pelaksanaan Iduladha.
“Saya sudah instruksikan OPD terkait agar segera mengerjakan penyusunan Perda anti LGBT setelah Iduladha,” tegasnya.
Selain membahas rencana penyusunan ranperda, Adhan juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak memanfaatkan telepon genggam dan media sosial. Ia mengingatkan bahwa ruang digital saat ini tidak hanya menjadi sarana memperoleh informasi, tetapi juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan berbagai konten negatif, termasuk paham radikal.
Hal itu, menurutnya, sejalan dengan materi yang disampaikan Tim Pencegahan Densus 88 dalam kegiatan tersebut mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran radikalisme melalui media sosial.
“Paham radikal sekarang banyak disebarkan lewat media sosial,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Adhan turut menekankan pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan. Ia menilai masih banyak warga yang belum mengetahui berbagai bentuk perlindungan sosial yang dapat diperoleh sebagai peserta.
“Melalui sosialisasi ini masyarakat jadi tahu program apa saja yang bisa dinikmati. Ada jaminan kematian, jaminan kehilangan pekerjaan dan lain sebagainya,” jelasnya.
Adhan juga menjelaskan besaran santunan yang diberikan kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan sesuai program yang diikuti.
“Kalau jaminan kematian, ahli waris bisa mendapat Rp42 juta. Kalau meninggal saat bekerja, ahli waris bisa mendapat Rp70 juta,” ungkapnya.
Menutup arahannya, Wali Kota meminta para camat dan lurah agar pelaksanaan kegiatan silaturahmi berikutnya dilaksanakan di lokasi yang lebih terbuka dan berada di tengah lingkungan permukiman warga. Menurutnya, cara tersebut akan membuat informasi dan program pemerintah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Camat dan lurah tolong carikan tempat kegiatan di tengah pemukiman warga, supaya bukan hanya masyarakat yang hadir yang mendapatkan informasi, tetapi masyarakat luas juga bisa mendengar dan mengetahui,” pungkas Adhan.
![]()











