FAKTA NEWS – CERPEN. Tidak ada yang menyangka, sebuah layar telepon genggam bisa menjadi awal dari kekacauan besar di balik kehidupan seorang anggota parlemen.
Di depan publik, mereka adalah dua wakil rakyat dari partai berbeda. Duduk di gedung yang sama, menghadiri rapat yang sama, bahkan sesekali berada dalam satu forum resmi.
Namun di balik hubungan profesional itu, beredar cerita tentang kedekatan yang disebut mulai melampaui batas kewajaran.
Sang aleg perempuan ,sebut saja Mawar. dibeberapa kejadian, kerap memberikan perhatian khusus kepada seorang aleg pria dari partai berbeda, Raka.
Makanan, Rokok dan Perhatian kecil. komunikasi yang disebut berlangsung hampir setiap waktu.
Awalnya, tidak ada yang menganggapnya aneh. Bukankah sesama anggota parlemen memang bisa saling membantu?
Bukankah memberikan makanan atau menawarkan sebatang rokok bukanlah sebuah kejahatan?
Tetapi, menurut cerita yang beredar, intensitas perhatian itu perlahan membuat sejumlah orang mulai mengangkat alis.
Keduanya disebut semakin sering terlihat berkomunikasi. Bukan hanya ketika agenda kedewanan berlangsung, tetapi juga di luar urusan resmi.
Sampai kemudian, sebuah telepon genggam menjadi saksi. Sang suami menemukan percakapan istrinya dengan Raka.
Tidak semua isi percakapan diketahui publik. Namun, beberapa bagian disebut memberikan kesan adanya komunikasi yang jauh lebih personal dibandingkan hubungan antara dua kolega politik.
Emosi sang suami pun disebut meledak.
Kabar yang beredar menyebut, pertemuan antara sang suami dan Raka bahkan berujung keributan.
Beredar pula cerita bahwa sang aleg pria sempat dihajar setelah persoalan percakapan tersebut terbongkar.
Benar atau tidak? Tidak ada yang bisa memastikan.
Tetapi kabar itu telanjur menyebar dari satu telinga ke telinga lainnya.
Yang lebih menarik, sejumlah orang yang mengaku mengetahui dinamika di Gedung Parlemen menyebut kedekatan keduanya sebenarnya sudah lama menjadi bahan pembicaraan.
Mawar disebut kerap memperhatikan Raka secara khusus.
Bahkan urusan makanan dan rokok pun disebut menjadi bagian dari perhatian tersebut.
Marlboro putih, begitu cerita yang beredar.
Hal kecil yang mungkin tidak berarti apa-apa. Namun jika dilakukan berulang-ulang kepada orang yang sama, ditambah komunikasi yang semakin intens, maka sesuatu yang awalnya terlihat biasa bisa mulai menimbulkan tanda tanya.
Apalagi mereka bukan dua anak muda yang sedang duduk di bangku sekolah.
Mereka adalah orang-orang dewasa yang membawa nama lembaga, partai politik, dan kepercayaan masyarakat.
Ironisnya, di depan kamera mereka berbicara tentang kepentingan rakyat. Tetapi di belakang layar, justru kehidupan pribadi mereka yang kini menjadi perbincangan.
Apakah benar telah terjadi hubungan terlarang?
Namun diperhatikan, setiap story WhatsApp sang wanita mulai menandakan sebuah kegalauan dan terkesan akan pisah dengan suaminya,
Semua gara-gara Sang Aleg Pria yang mungkin dianggap sebagai Cinta Terakhirnya ☺️
Ataukah semua itu hanya tafsir berlebihan terhadap kedekatan dua orang yang kebetulan bekerja di lembaga yang sama?
Satu hal yang pasti, cerita ini belum selesai.
Sebab kabarnya, masih ada percakapan lain yang belum terbuka dan menyebar luas.
Dan jika percakapan itu benar-benar muncul, bisa jadi persoalannya tidak lagi berhenti pada urusan rumah tangga.
Nama partai bisa ikut terseret. Reputasi politik bisa dipertaruhkan.
Dan Gedung Parlemen yang selama ini menjadi tempat mereka memperjuangkan kepentingan rakyat, bisa berubah menjadi panggung terbukanya sebuah rahasia.
Bersambung…
![]()











