Faktanews.com, Pohuwato – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pohuwato, Hamdi Alamri, menyoroti pembongkaran camp milik penambang lokal di kawasan pertambangan Pohuwato.
Ia mendorong agar persoalan tersebut ditangani melalui komunikasi dan dialog, bukan pendekatan yang berpotensi meningkatkan ketegangan.
Dalam pemberitaan pada 15 September 2026, Hamdi mengecam penanganan yang dinilainya tidak mengedepankan pendekatan persuasif.
Ia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada aktivitas pertambangan tradisional.
Persoalan di kawasan pertambangan mempertemukan sejumlah kepentingan, mulai dari aktivitas ekonomi masyarakat, pengelolaan wilayah konsesi, hingga kewajiban menjaga keamanan dan ketertiban.
Karena itu, penyelesaian yang berkelanjutan memerlukan kejelasan mengenai dasar penertiban, status lokasi, serta mekanisme komunikasi antara masyarakat, perusahaan, pemerintah, dan pihak terkait lainnya.
Dorongan dialog dari DPRD menjadi relevan sebagai upaya membuka ruang penyelesaian. Namun, tindak lanjut konkret tetap diperlukan agar aspirasi masyarakat tidak berhenti pada pernyataan politik.
Kejelasan informasi dari seluruh pihak juga penting untuk mencegah berkembangnya kesimpulan sepihak mengenai peristiwa di lapangan.
























