Faktanews.com, Boalemo – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Boalemo menggelar Rapat Koordinasi Kemiskinan tingkat Kabupaten Boalemo di ruang rapat Bappeda, Rabu (6/5/2026).
Rapat tersebut dibuka langsung oleh Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau, dan dihadiri Kepala Bappeda Kabupaten Boalemo Srijun Tasman Dangkua, SP., Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boalemo Muhammad Syaiful, SST., M.E., M.Econ., pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Boalemo.
Dalam arahannya, Bupati Rum Pagau menyampaikan bahwa persoalan kemiskinan masih menjadi salah satu isu utama yang menjadi perhatian pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Ia mengatakan, Kabupaten Boalemo masih menjadi salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi di Provinsi Gorontalo. Sementara itu, Provinsi Gorontalo sendiri masih menghadapi persoalan kemiskinan secara nasional.
“Boalemo ini termasuk salah satu daerah yang kemiskinannya terbesar di Provinsi Gorontalo, sementara Provinsi Gorontalo termasuk daerah yang termiskin nomor lima di Indonesia,” ujar Rum Pagau.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah bersama seluruh perangkatnya memiliki tanggung jawab besar dalam merumuskan dan menjalankan berbagai langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan.
“Tentunya kita harus berupaya bagaimana kemiskinan ini bisa turun. Kita juga yang bertanggung jawab besar dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Boalemo,” tegasnya.
Namun, Bupati menilai upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dengan menghadirkan berbagai program pemerintah. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kedisiplinan dan keseriusan seluruh aparatur dalam menjalankan tugas.
Ia bahkan menyoroti ketidakhadiran sejumlah camat dalam rapat yang telah dijadwalkan.
“Upaya pemerintah ini dengan berbagai macam cara untuk menurunkan kemiskinan, tetapi yang melakukan ini kita semua. Bagaimana cara kita menurunkan kemiskinan sementara kita sendiri tidak disiplin. Coba lihat camat, diundang jam 9, satu pun tidak ada yang hadir. Bagaimana kita bisa menurunkan kemiskinan?” ujar Bupati.
Rum Pagau meminta seluruh jajaran pemerintah daerah melakukan introspeksi terhadap kinerja masing-masing. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesungguhan dalam melaksanakan setiap program yang telah direncanakan.
“Oleh karena itu, mari kita introspeksi diri. Sudah sejauh mana yang kita lakukan dalam tugas untuk mencapai masyarakat yang sejahtera. Apapun program yang kita jalankan, tetapi dengan cara kita begini, mustahil dapat terwujud,” katanya.
Di sisi lain, Bupati Rum Pagau mengungkapkan sejumlah strategi yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan.
Salah satu program yang dipersiapkan yakni pemberian dan pengembangan tanaman tahunan kepada masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dalam jangka panjang.
Selain sektor pertanian, pemerintah daerah juga akan mengembangkan usaha peternakan, khususnya ternak sapi bagi masyarakat.
“Sehingga untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Boalemo, saya telah memprogramkan beberapa tanaman tahunan bagi masyarakat. Selain tanaman tahunan yang kami berikan kepada masyarakat, kita juga akan mengembangkan ternak sapi untuk masyarakat. Beginilah cara saya untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Boalemo,” tutur Rum Pagau.
Ia berharap seluruh program tersebut dapat dilaksanakan secara terarah dan didukung oleh seluruh jajaran pemerintah daerah, sehingga upaya pengentasan kemiskinan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Boalemo.











