Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example floating
Example floating
Hukum & Kriminal

BPK Sudah Membuka Kotak Pandora, Kini Kejati Ditantang Bongkar Permainan Anggaran DPRD

×

BPK Sudah Membuka Kotak Pandora, Kini Kejati Ditantang Bongkar Permainan Anggaran DPRD

Sebarkan artikel ini

FAKTA NEWS – GORONTALO. Aliansi Peduli Keadilan dan Pembangunan Daerah (APKPD), mendesak Kejaksaan Tinggi Gorontalo segera memeriksa sejumlah pejabat dan pihak yang dinilai mengetahui pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo.

Kepada media, Koordinator APKPD Wahyu Pilobu, mengatakan bahwa desakan tersebut mencuat setelah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan anggaran di Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo, khususnya belanja jasa tenaga kebersihan dan sewa kendaraan dinas operasional (KDO) yang berkaitan dengan Rumah Dinas Ketua DPRD.

Example 300x300

” Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, terdapat pembayaran jasa tenaga kebersihan yang tidak sesuai dengan kondisi senyatanya sehingga menimbulkan kelebihan pembayaran sebesar Rp188.160.030. Dalam pemeriksaan fisik, BPK mencatat dari tujuh nama tenaga kebersihan yang disebut ditempatkan di rumah dinas Ketua DPRD, namun hanya satu orang yang ditemukan berada di lokasi saat pemeriksaan pada 21 November 2025,” kata Wahyu.

“Sementara untuk belanja sewa KDO, BPK mencatat adanya persoalan dalam penyewaan tiga unit kendaraan melalui CV AG. Penyedia yang tercantum dalam kontrak disebut tidak pernah menyediakan kendaraan tersebut. BPK kemudian menemukan kelebihan pembayaran belanja sewa kendaraan dinas operasional sebesar Rp105,21 juta,” lanjut Wahyu.

Menurutnya, kondisi tersebut semestinya menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk menelusuri lebih jauh siapa saja yang berperan dalam proses perencanaan, pengadaan, pembayaran hingga pertanggungjawaban anggaran.

“Temuan BPK ini jangan hanya berhenti pada pengembalian kerugian daerah. Kejaksaan harus melihat siapa yang merencanakan, siapa yang memerintahkan, siapa yang melaksanakan dan siapa yang membuat pertanggungjawaban. Karena itu kami mendesak agar sekretaris pribadi Ketua DPRD dan PPTK yang berkaitan dengan kegiatan tersebut segera diperiksa,” ujar Wahyu.

Wahyu menilai, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah persoalan tersebut murni kesalahan administrasi atau terdapat unsur kesengajaan dalam penggunaan anggaran.

“Kami tidak sedang menghakimi siapa yang bersalah. Tetapi ketika ada temuan BPK yang menunjukkan pembayaran tidak sesuai kondisi sebenarnya, aparat penegak hukum harus melakukan pendalaman. Semua pihak yang memiliki kewenangan dan mengetahui proses anggaran harus dimintai keterangan,” tegasnya.

” Sepertinya praktek ini selalu berulang kali dilakukan, mungkin yang lain belum ditemukan oleh BPK, sehingga sudah saatnya DPRD Provinsi dibersihkan dari perilaku korup seperti ini,” sambung Wahyu

Olehnya, Wahyu juga meminta Kejati Gorontalo tidak hanya memeriksa satu atau dua orang. Menurutnya, seluruh pejabat di lingkungan Sekretariat DPRD yang berkaitan dengan temuan-temuan penggunaan anggaran perlu diperiksa secara menyeluruh.

“Jangan hanya satu persoalan saja yang dibuka, kalau memang ada banyak temuan dalam pengelolaan anggaran di Sekretariat DPRD, kami meminta seluruh pejabat yang terkait diperiksa. Mulai dari perencanaan, KPA, PPTK, pejabat pengadaan sampai Sekwan serta pihak-pihak yang mengetahui proses pertanggungjawaban,” kata dia.

Wahyu menilai, langkah tersebut penting agar penanganan persoalan anggaran di lingkungan DPRD tidak terkesan parsial.

” Persoalan pengelolaan anggaran di DPRD tidak bisa semata-mata dibebankan kepada anggota DPRD. Menurutnya, pejabat sekretariat memiliki posisi strategis karena memahami aturan administrasi, mekanisme penganggaran dan teknis pelaksanaan kegiatan,” ucap Wahyu.

“Anggota DPRD itu bisa saja punya keinginan atau kebutuhan, tetapi yang memahami aturan penggunaan anggaran adalah para pejabat sekretariat. Karena itu, kalau ada penggunaan anggaran yang bermasalah, jangan hanya melihat anggota dewannya. Peran pejabat yang memberikan masukan, saran dan memfasilitasi penggunaan anggaran juga harus diperiksa,” ujar Wahyu.

Ia bahkan menyebut, perilaku sebagian anggota DPRD yang dinilainya semakin berani dalam menggunakan fasilitas dan anggaran daerah tidak terlepas dari adanya saran atau arahan dari pejabat yang memahami mekanisme anggaran.

“Kalau boleh saya katakan, anggota DPRD itu bisa menjadi ‘ganas’ bukan semata-mata karena kemauan mereka sendiri. Ada kemungkinan mereka menjadi berani karena mendapatkan saran dari pejabat yang mengerti celah dan mekanisme penggunaan anggaran. Karena itu, siapa yang memberi saran, siapa yang memfasilitasi dan siapa yang mengesahkan harus dibuka secara terang,” kata Wahyu.

Menurutnya, pemeriksaan terhadap pejabat sekretariat penting untuk mengungkap apakah setiap penggunaan anggaran benar-benar lahir dari kebutuhan kelembagaan atau justru diarahkan untuk memenuhi kepentingan tertentu.

“Kami menyarankan kepada Kejaksaan, agar jangan berhenti pada temuan outsourcing dan sewa KDO. Periksa seluruh pejabat sekretariat yang berkaitan dengan temuan-temuan tersebut. Bedah semua prosesnya, dari awal sampai akhir. Kalau memang tidak ada kesalahan, tentu pemeriksaan akan membersihkan nama mereka. Tetapi kalau ada pelanggaran atau kesengajaan, harus ada pertanggungjawaban,” pungkasnya.

Hingga berita ini disusun, temuan BPK tersebut masih merupakan hasil pemeriksaan dan belum dengan sendirinya membuktikan adanya tindak pidana. Penentuan ada atau tidaknya unsur pidana menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan.

Sebelumnya, BPK juga merekomendasikan agar kelebihan pembayaran terkait sewa kendaraan diproses dan disetorkan ke kas daerah, serta meminta agar pembayaran termin berikutnya tidak dilakukan.

Loading

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Akses berita Faktanews.com dengan cepat di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vae1Mtp5q08VoGyN1a2S. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Example 120x600
Example 300x300