FAKTA NEWS – BOALEMO. Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) diduga mulai bergerak di wilayah Desa Saritani, Kabupaten Boalemo. Berdasarkan informasi yang dihimpun Fakta News, sedikitnya lima unit alat berat diduga telah berada di kawasan perkebunan sawit yang diduga akan dijadikan titik awal aktivitas penambangan ilegal.
Informasi yang diterima menyebutkan, tiga unit ekskavator merek SANY serta dua unit ekskavator berwarna hijau telah masuk ke lokasi. Sejumlah alat berat tersebut diduga masih berada di dalam area perkebunan sambil menunggu kesiapan logistik sebelum bergerak ke kawasan hutan.
Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mempertanyakan lemahnya pengawasan aparat, mengingat alat berat tersebut diduga melewati jalur yang berada di wilayah hukum kepolisian.
“Ini PETI sudah merajalela. Padahal alat berat melewati wilayah Polsek, tapi bisa lolos tanpa hambatan,” tegasnya.
Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir kembali terdapat alat berat yang masuk ke lokasi.
“Alat ada di Saritani. Tolong disampaikan, sekarang ada tiga unit masuk lagi. Sementara mereka sedang membuat tempat penyimpanan bahan bakar di dalam kebun sawit. Perkiraan kami mereka akan masuk ke kawasan hutan malam ini atau besok,” ungkapnya.
Tak hanya itu, warga juga mengaku mulai merasakan dampak lingkungan akibat dugaan aktivitas tersebut. Air sungai yang selama ini menjadi sumber kebutuhan masyarakat disebut telah berubah keruh.
“Tolong Pak disampaikan. Kasihan kami, tempat mandi di sungai setiap sore sekarang sudah tidak bisa dipakai karena airnya sudah cokelat. Mau mandi harus menunggu hujan dulu,” keluhnya.
Narasumber juga mengungkapkan bahwa alat berat saat ini masih berada di dalam kawasan perkebunan sawit untuk mempersiapkan operasional.
“Alat sekarang masih bersembunyi di perkebunan sawit. Masih sementara membuat tempat bahan bakar dan menunggu pasokan makanan serta BBM sebelum beroperasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah alat berat yang masuk ke lokasi diduga terus bertambah.
“Kemarin empat unit masuk, sekarang sudah ada tiga unit lagi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Fakta News masih berupaya mengonfirmasi informasi tersebut kepada pihak Polres Boalemo, Polsek setempat, serta instansi terkait mengenai dugaan masuknya alat berat dan potensi aktivitas PETI di wilayah Saritan.
![]()











