Scroll untuk baca artikel
Example 300x300
Example floating
Example floating
HeadlineHukum & KriminalRegional

Eksplorasi Tambang Korporasi Di Taluditi Mendapat Kecaman Warga

×

Eksplorasi Tambang Korporasi Di Taluditi Mendapat Kecaman Warga

Sebarkan artikel ini

FAKTA NEWS – POHUWATO. Dua tokoh pemuda Taluditi, Roni Palali dan Hasan Djafar, menyatakan penolakan terhadap rencana eksplorasi pertambangan oleh perusahaan berskala besar di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato.

Belakangan ini, masyarakat Taluditi diresahkan dengan aktivitas helikopter yang beberapa kali terlihat melintas di wilayah tersebut. Kondisi itu memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat yang mengaitkannya dengan dugaan rencana masuknya perusahaan pertambangan untuk melakukan eksplorasi di kawasan Taluditi.

Example 300x300

Menanggapi berkembangnya isu tersebut, Roni Palali dan Hasan Djafar menegaskan bahwa mereka bersama sejumlah pemuda dan masyarakat Taluditi secara tegas menolak apabila wilayah mereka dijadikan lokasi operasi pertambangan skala besar.

Menurut mereka, pengalaman di sejumlah daerah yang telah lebih dulu menjadi kawasan pertambangan harus menjadi pelajaran penting. Mereka menilai pembangunan tidak boleh dibayar dengan rusaknya lingkungan, hilangnya lahan produktif, serta munculnya persoalan sosial yang pada akhirnya justru lebih banyak merugikan masyarakat lokal.

“Jangan sampai Taluditi mengalami nasib yang sama seperti daerah lain yang kini menghadapi berbagai persoalan pascatambang. Lahan pertanian rusak, kualitas sungai menurun, konflik sosial bermunculan, sementara manfaat ekonomi yang dijanjikan tidak sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat setempat,” tegas mereka.

Keduanya juga menilai bahwa keberadaan perusahaan besar kerap tidak memberikan ruang yang cukup bagi masyarakat lokal untuk menjadi pelaku utama dalam pengelolaan sumber daya alam di daerahnya sendiri. Kesempatan kerja yang tersedia dinilai terbatas dan tidak sebanding dengan nilai sumber daya alam yang dieksploitasi.

Karena itu, mereka mendorong pemerintah agar lebih memprioritaskan pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat. Menurut mereka, WPR akan memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk mengelola potensi sumber daya secara legal, berkeadilan, dan lebih berpihak pada kesejahteraan warga.

“Bagi kami, Taluditi bukan sekadar wilayah yang memiliki kandungan mineral. Taluditi adalah ruang hidup, sumber penghidupan, dan warisan yang harus dijaga untuk anak cucu. Kami membutuhkan pembangunan yang berpihak kepada rakyat, bukan pembangunan yang meninggalkan kerusakan lingkungan dan persoalan sosial.”ungkapnya

Sebagai bentuk komitmen, mereka mengaku akan mengajak seluruh elemen masyarakat Taluditi untuk menyuarakan aspirasi secara terbuka apabila rencana eksplorasi tambang oleh korporasi besar benar-benar akan dilaksanakan.

“Kalau bukan kita yang menjaga Taluditi, lalu siapa lagi? Kami ingin memastikan bahwa masa depan daerah ini ditentukan oleh kepentingan masyarakat, bukan semata-mata oleh kepentingan investasi,” tutup mereka.

Loading

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Akses berita Faktanews.com dengan cepat di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029Vae1Mtp5q08VoGyN1a2S. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Example 120x600